Heboh Tarian Erotis di Pesta Rakyat 3S di Engku Putri, Begini Reaksi LAM Batam!

Adanya tarian erotis di pesta rakyat 3S di Engku Putri, Batam, menuai kecaman publik.

Heboh Tarian Erotis di Pesta Rakyat 3S di Engku Putri, Begini Reaksi LAM Batam!
Alfan Suheri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam sangat menyayangkan adanya tarian erotis yang ditampilkan secara terbuka dalam acara Pesta Rakyat 3S Penjaga Marwah Rudi di Engku Putri, Sabtu (14/4/2018) kemarin.

Penasihat LAM Kota Batam, Alfan Suheri mengaku kaget mendengar dan mendapatkan laporan adanya tarian erotis dalam pesta rakyat tersebut. Untuk itu dia meminta Wali Kota Batam Rudi menindak kejadian yang sangat tidak sesuai dengan martabat tanah Melayu tersebut.

Baca: Mengejutkan! Tolak Hubungan Ibunya dengan Irfan, Putri Ely Sugigi Berjanji Tak Akan Menikah!

Baca: Bikin Merinding! Sebelum Meninggal Micko Ungkapkan Janji Terakhirnya ke sang Bunda! Begini Isinya!

Baca: Mengungkap Spetsnaz! Pasukan Elite Rusia: Bergerak Bagai Bayangan, Terbesar di Dunia!

Baca: Mengejutkan! Sering Diabaikan, Biji Alpukat Terbukti Dapat Atasi 6 Penyakit Ini! Begini Caranya!

"Kita sudah sampaikan langsung ke Pak Rudi. Dan beliau akan melaporkan ke polisi terkait adanya unsur ponografi dalam tarian yang dipamerkan di depan umum," kata Alfan, Minggu (15/4/2018).

Menurutnya, LAM juga sudah meminta kepada Rudi untuk mencabut namanya di ormas tersebut dan diganti dengan nama lain. Kemudian meminta ormas yang membuat pesta rakyat tersebut  belajar tentang adat istiadat melayu dan saling menghargai kebudayaan yang ada di Batam.

"Tadi Wali Kota Batam sudah minta secara tegas kepada pengurus Penjaga Marwah Rudi, agar nama Rudi dihapus dan diganti dengan yang lain. Rudi juga mengecam pertunjukan tari erotis yang sangat bertentangan dengan nilai agama, budaya dan etika sosial masyarakat. Wali Kota menyampaikan dan berharap agar masyarakat dapat bersikap proporsional dalam menyikapi peristiwa tersebut," katanya.

Alfan menyebut nama Rudi diganti negeri. "Kalau Penjaga Marwah Negeri, kan bagus namanya. Jadi mereka bisa mengetahui bagaimana menjaga marwah negeri, budaya dan adat istiadat yang ada di Kota Batam," katamya. (*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved