Tim ATB Gulung Sambungan Ilegal di Batam Center

tim terpadu ATB secara rutin memantau titik-titik rawan penyambungan air yang dilakukan secara ilegal.

Tim ATB Gulung Sambungan Ilegal di Batam Center
Tim terpadu menemukan sambungan ilegal air ATB di kawasan Batam Center. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebagai langkah antisipasi menekan angka kebocoran air di pulau Batam, tim terpadu ATB secara rutin memantau titik-titik rawan penyambungan air yang dilakukan secara ilegal.

Selain menyebabkan pelanggan resmi jadi terganggu, sambungan ilegal dalam jumlah banyak dapat mengganggu ketersediaan sumber air baku yang cukup terbatas di Batam.

Tim menemukan titik sambungan ilegal aliran air ATB yang dimanfaatkan untuk pembangunan sebuah hotel di kawasan Batam Center. Termasuk juga, beberapa perumahan tanpa legalitas resmi di kawasan tersebut.

"Setelah diamati dan diperkuat dengan bukti yang ada, ditemukan berupa sambungan pipa. Kita langsung melakukan pemeriksaan ke lapangan dan memang terbukti ini ada sambungan ilegal. Kita langsung putuskan sambungan dan menutup titik sambungan," ujar Wisdarman, Supervisor Non Revenue Water (NRW) ATB di lokasi Kamis (12/4).

Titik sambungan ilegal di kawasan ini aliran airnya digunakan untuk pekerjaan pembangunan gedung yang tidak jauh berada di alun-alun Engku Putri. Diduga, sambungan ilegal ini dilakukan sudah cukup lama.

Pipa yang disambung berada di dalam area parit, pipa ukuran 3/4 disambung dengan pipa 1 inch ke arah belakang.

"Ada sekitar 100 meter pipa yang dialirkan ke belakang," lanjut Wisdarman.

Adanya tindakan sambungan ilegal ini tentunya dapat merugikan pelanggan resmi ATB di kawasan tersebut. Dimana suplai air jadi terganggu karena terbaginya suplai air dengan jumlah besar.

"Harusnya bisa berhemat dengan penggunaan air bersih yang ada, sebab sumber air jumlahnya sangat terbatas. Dampaknya suplai ke pelanggan disekitar sini akan terganggu," ucap Wisdarman.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti lengkap berupa gulungan pipa, tim terkait ATB akan menindaklanjuti hingga proses ke pihak kepolisian. (*)

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help