TribunBatam/

KISAH 4 Pernikahan Rahasia Paling Kelam di Eropa, dari Dikebiri sampai Dibunuh Sebelum Kawin Lari

Dalam sejarah Eropa, banyak pernikahan rahasia yang berakhir dengan tragis—ada yang terkait dengan penculikan, penipuan, juga pembunuhan.

KISAH 4 Pernikahan Rahasia Paling Kelam di Eropa, dari Dikebiri sampai Dibunuh Sebelum Kawin Lari
Ranker.com
Pernikahan Abelard dan Heloise 

Maria Merten (24), memulai sebuah hubungan perselingkuhan dengan William Corder yang berusia 22 tahun.

Hubungan itu bahkan menhasilkan seorang anak.

Corder setuju untuk kawin lari, sesuai keinginan Merten.

Mereka sepakat untuk bertemu di sebuah Gudang Merah, lalu lari ke Ipswich untuk menikah.

Alih-alih kawin lari, Corder justru membunuh Merten dan menguburkan mayatnya di lumbung itu.

Ketika Corder akhirnya tertangkap, Corder mengaku bersalah dan akhirnya digantung pada 11 Agustus 1828.

Kisah ini, menurut Ranker.com, telah mengilhami sejumlah lagu dan karya seni lainnya.

4. Kematian Palsu

Pura-pura mati untuk menipu janda kaya raya, inilah yang dilakukan Andrew Robinson Stoney.

Dia adalah seorang bandot tampan dari Irlandia yang berhasil menikahi salah satu wanita terkaya di Inggris.

Mary Eleanor Bowes, Countess of Strathmore, adalah seorang janda muda-kaya-raya dengan lima anak.

Sebagai seorang janda memungkinkannya untuk menentukan hidupnya sendiri—juga untuk menikahi siapa yang ia kehendaki.

Setelah sebuah perkenalan dengan Countess, Stoney bertaruh untuk mendapatkannya.

Untuk memenangi taruhan itu, ia mengklaim mengalami luka parah, dan bahkan nyaris mati.

Dalam masa itulah Stoney meminta agar bisa bertemu Countess.

Setelah itu, Countess setuju untuk sebuah pernikahan yang terburu-buru untuk menenangkan orang yang sedang sekarat dan mau mati itu.

Tapi sial, Stoney tiba-tiba sehat dan bangun dari pembaringannya—dan Countess terjebak dalam permainan itu.

Keadaaan Countess semakin memburuk ketika Stoney mulai menghabiskan seluruh uangnya dan secara rutin menyiksanya.

Stoney memaksa Countess jadi tahanan rumah, bahkan memperkosa pelayan-pelayan hingga hamil.

Dibantu oleh seorang pembantu budiman, Countess berhasil melarikan diri dari Stoney.

Tidak berhenti sampai situ Countess menggugat Stoney untuk bercerai pada 1789 dan menang.

Di era itu, perceraian adalah hal yang tabu dan dianggap sebagai skandal. (intisari online)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help