TribunBatam/

Polisi Malaysia Tangkap Rokok Selundupan Asal Batam. Nilainya Miliaran Rupiah

Kepolisian Perairan Malaysia (PPM) Wilayah II, Melaka, menggagalkan penyeludupan rokok yang diduga diproduksi di Batam.

Polisi Malaysia Tangkap Rokok Selundupan Asal Batam. Nilainya Miliaran Rupiah
Berita Harian
Polisi Perairan Malaysia wilayah II menangkap rokok selundupan yang diduga berasal dari Batam 

TRIBUNBATAM.id, NEGERI SEMBILAN - Kepolisian Perairan Malaysia (PPM) Wilayah II, Melaka, menggagalkan penyeludupan rokok yang diduga diproduksi di Batam.

Rokok selundupan tersebut nilainya cukup besar, sekitar 1,7 juta ringgit atau Rp 5,3 miliar.

Penangkapan dilakukan saat rokok tersebut hendak dipindahkan dari kapal ke truk atau lori di Pelabuhan Nelayan Sungai Nipah, Lukut, Negeri Sembilan Sabtu (14/4/2018) lalu.

Komandan PPM Wilayah II, Asisten Komisioner Paul Khiu Khon Chiang mengatakan, aktivitas penyeludupan itu diselidiki setelah pihanya mendapat informasi dari masyarakat.

Pihaknya kemudian menyiapkan pasukan untuk melakukan serbuan pada pukul 21.00 malam, waktu setempat.

Lebih dari 10 pria bekerja melakukan pemindahan rokok dari boat pancung ke dalam lori yang berada di daratan. Tidak disebutkan, berapa orang yang ditahan dalam penyergapan itu.

"Ketika kami menyerbu, sebagian melarikan diri ke hutan bakau sekitar," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, di dalam boat dan lori tersebut ditemukan masing-masing 205 dan 135 kotak rokok," katanya dalam ekspose media, Senin (16/4/2018) siang, seperti dilansir Berita Harian.

Rokok tersebut diduga diproduksi di wilayah Batam dan hanya boleh beredar di wilayah FTZ Batam.

Harga rokok yang mahal di Malaysia diduga menjadi pemicu adanya penyelundupan rokok ke negara jiran tersebut.

Khon Chiang mengatakan, rokok tersebut diduga dibawa masuk untuk dipasarkan di kawasan Semenanjung Melaka dan sekitarnya.

Selain rokok, polisi juga manahan dua lori dan sebuah boat pancung sebagai barang bukti.

"Pernyelidikan masih kita lanjutkan untuk memeriksa pemilik lori tersebut," katanya.

Khon Chiang mengatakan, sepanjang tahun ini, pihaknya sudha menggagalkan tiga kali upaya penyelundupan rokok ilegal dengan nilai sekitar 4,58 juta ringgit atau sekitar Rp 15 miliar.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help