Perang Suriah

Presiden Perancis Minta Donald Trump tak Menarik Pasukan dari Suriah, Apa yang Ditakutkannya?

Presiden Perancis Emmanuel Macron meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk tidak menarik pasukan dari Suriah dalam jangka lama.

Presiden Perancis Minta Donald Trump tak Menarik Pasukan dari Suriah, Apa yang Ditakutkannya?
youtube
Amerika Bombardir Suriah, Pengamat: ISIS dan Alqaida justru Senang, 14 April 2018 

TRIBUNBATAM.id, PARIS - Setelah pasukan sekutu Amerika Serikat melancarkan serangan di Suriah, Presiden Perancis Emmanuel Macron meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk tidak menarik pasukan dari Suriah dalam jangka lama.

Sebelumnya, awal bulan ini, Trump pernah menyatakan akan memulangkan pasukannya dari Suriah dengan segera.

Namun, pada Sabtu (14/3/2018), pasukan gabungan AS, Inggris, dan Perancis melakukan serangan yang menargetkan pemerintah Suriah sebagai respons atas dugaan penggunaan senjata serangan kimia di Douma.

Dilansir dari BBC, Senin (16/4/2018), Macron menyatakan, dirinya juga meminta Trump untuk menjaga serangan terbatas.

"10 hari lalu, Presiden Trump mengatakan AS harus menarik pasukan dari Suriah. Saya meyakinkan dia bahwa penting untuk tetap berada (di Suriah) untuk waktu lama," ucapnya dalam sebuah wawancara televisi.

Baca: 1.500 WNI Saat Ini Ada di Suriah, Begini Langkah-langkah KBRI Selamatkan Warga di Sana

Baca: Lebih 100 Rudal Ditembakkan, Begini Penampakan Satelit Kondisi Suriah Pascadiserang AS CS

Dalam sambungan telepon dengan Trump, dia juga membujuknya untuk tetap melancarkan serangan terbatas di lokasi serangan senjata kimia.

Macron mengklaim sekutu memiliki bukti adanya serangan kimia di kota Douma, dekat Damaskus pada 7 April lalu dan meminta pemerintah Suriah bertanggung jawab.

Tuduhan itu disangkal Suriah. Dia juga mengaku telah berbicara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang mendukung militer pemerintah Suriah.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help