Rusia Halangi Inspektur Kimia OPCW yang Hendak Selidiki Lokasi Serangan Gas Kimia Suriah

Rusia bahkan diduga sudah merusak lokasi serangan gas di Suriah, menurut Ahmet Uzumcu, Direktur Jenderal Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia

Rusia Halangi Inspektur Kimia OPCW yang Hendak Selidiki Lokasi Serangan Gas Kimia Suriah
AFP
Anak-anak yang menjadi korban serangan bom kimia yang diduga dilancarkan militer Suriah di kota basis pemberontak, Douma, Sabtu (7/4/2018) malam. 

TRIBUNBATAM.id, DAMASKUS - Rusia dan Suriah memblokir inspektur kimia yang berupaya menyelidiki lokasi serangan kimia brutal di Douma yang menewaskan lebih dari 70 orang, beberapa waktu lalu.

Rusia bahkan diduga sudah merusak lokasi serangan gas di Suriah, menurut Ahmet Uzumcu, Direktur Jenderal Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW).

"Ini adalah keprihatinan kami, mereka mungkin telah merusak fasilitas kimia untuk menggagalkan penyelidikan tim pencari fakta," kata Uzumcu seperti dikutip NBC.

Para inspektur OPCW tiba di Suriah pada hari Sabtu untuk memeriksa serangan senjata kimia digunakan di Douma pada 7 April lalu.

Serangan kimia tersebut memicu sekutu Amerika Serikat, Inggris dan Prancis untuk melakukan serangan terhadap tiga fasilitas militer Suriah, termasuk pangkalan udara militer di utara Damaskus.

Baca: NGERI! Militer Suriah Diduga Lancarkan Bom Kimia, Puluhan Mayat Bergelimpangan dengan Mulut Berbusa

Baca: Laporan Langsung dari Suriah - Sejak Sebelum Subuh Suara Bom Benar-benar Menggila

Baca: Lebih 100 Rudal Ditembakkan, Begini Penampakan Satelit Kondisi Suriah Pascadiserang AS CS

Utusan Inggris untuk OPCW, Peter Wilson mengatakan ada "intelijen yang dapat diandalkan" untuk mendukung klaim bahwa Suriah berada di balik serangan itu.

"Tidak ada kelompok lain yang bisa melakukan serangan ini (kesuali milter Suriah," katanya.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help