TribunBatam/

Sebut Bali, Wabup Anambas Puji Efektifnya Hukum Adat Atasi Persoalan Sampah! Adopsi?

Pemkab Anambas masih kelimpungan mengatasi persoalan sampah. Akankah mencontoh Bali memakai hukum adat sebagai alat mengatasi soal sampah?

Sebut Bali, Wabup Anambas Puji Efektifnya Hukum Adat Atasi Persoalan Sampah! Adopsi?
tribunbatam/septyanmuliarohman
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Zuhendra 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Persoalan sampah di Anambas seakan menjadi hal klasik. Perlunya penanganan serta formula yang tepat, diakui Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mengatasi persoalan itu.

Ditemui di ruang kerjanya, perlunya pola seperti fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada pada setiap desa, bisa menjadi salahsatu solusi dalam mengurai persoalan sampah ini.

Baca: BREAKINGNEWS: Mobil Terbalik di Tanjungpinang, Saksi: Mobil Seperti Terjun! Begini Nasib Sopirnya!

Baca: Heboh! Pedangdut Cantik Ini Mengaku Digoda Penyanyi Ternama. Siapa Dia?

Baca: Pedagang Pasar di Bintan Ngeluh ke Bupati! Mereka Takut Pasar di Bintan Sepi Lalu Mati!

"Memang harus ada pola yang tepat. Di satu sisi Pemerintah Daerah terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai hal ini," ujar Wan Zuhendra Senin (16/4/2018).

Ia menjelaskan, peran hukum adat dalam mengatur soal kebersihan lingkungan, diakui memiliki peran penting dalam mengurai persoalan persampahan ini, selain Peraturan Daerah (Perda) yang telah disusun.

Wan mencontohkan seperti salahsatu daerah yang ada di Bali dimana hukum adat begitu ditegakkan sehingga memberikan efek jera kepada masyarakatnya.

"Sehingga ada sanksi sosial di sana. Orang jadi takut untuk membuang sampah sembarangan. ‎Tentunya, ini harus diimbagi dengan sarana dan prasarana yang memadai," ungkapnya.

Wan pun menjawab diplomatis ketika disinggung mengenai peran serta pemerintah daerah dan masyarakat ‎dalam menjaga lingkungan. Ia mengatakan,

Pemerintah daerah terus berupaya untuk mengatasi persoalan itu, termasuk perlunya meningkatkan atau mengupgrade fasilitas yang berkenan dengan pengolahan sampah yang ada di Anambas.

"Sampah yang ada di laut itu pun, banyak faktor juga. Bisa saja seperti oknum kapal yang membuang secara sembarang. Hal ini yang memang perlu kesadaran dari kita semua," ungkapnya.

Sampah rumahtangga yang tergenang di laut, kerap kali menjadi pemandangan yang kurang mengenakan. Bobot sampah rumah tangga ini pun, cenderung meningkat pada watu-waktu tertentu

seperti pada musim angin utara dimana gelombang laut mendadak ekstrem. Berkenaan dengan sampah ini, DPRD pun sebelumnya telah mengusulkan Ranperda pengelolaan sampah.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help