Tim Gabungan TNI AL Tangkap 1 Unit Kapal Speedboat Bawa 40 TKI Ilegal dan 9 Warga Bangladesh

Tim gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam dengan Patakamla Sea Rider 1 berhasil melakukan penangkapan satu unit speedboat

Tim Gabungan TNI AL Tangkap 1 Unit Kapal Speedboat Bawa 40 TKI Ilegal dan 9 Warga Bangladesh
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
Tim gabungan dari WFQR Lantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Batam melakukan penangkapan 1 unit kapal membawa 40 orang TKI Ilegal dan 9 warga Bangladesh 

TRIBUNBATAM.Id BATAM - Tim gabungan WFQR Lantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Batam dengan Patakamla Sea Rider 1 berhasil melakukan penangkapan satu unit speedboat tanpa nama dengan mesin Yamaha 3x 250 PK yang membawa TKI ilegal di perairan Teluk Mata Ikan, Nongsa Batam.

Penangkapan berawal dari informasi adanya aktifitas pengiriman TKI ilegal dari Batam dengan tujuan Malaysia.

"Selanjutnya tim kita melaksanakan penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan dilalui kapal pengangkut TKI ilegal tersebut," Kata Danlanal Batam, Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, Selasa (17/4) sore di dermaga Lanal Batam.

Baca: Kisah Iskarandy, Cewek Berhijab dengan Tato di Wajah Bikin Heboh. Latar Belakangnya di Luar Dugaan

Baca: WAJIB TAHU! Inilah Trik Mudah Untuk Mengetahui Siapa yang Paling Sering Lihat Profil WhatsApp Kamu

Baca: Belum Lihat Pengumuman Hasil SNMPTN 2018? Coba Lihat di Sini

Ia mengatakan, berdasarkan informasi itu, pukul 23.45 WIB Tim WQFR Lanal Batam Patkamla Sea Rider 1 melakukan penyekatan di sektor tengah perairan Nongsa mengarah ke negara Malaysia.

"Saat itu terdeteksi secara visual terlihat adanya speedboat dan muatannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal ternyata membawa TKI ilegal sebanyak 49 orang," ucapnya.

Dari 49 orang tersebut, 40 Warga Negara Indonesia (WNI) dengan laki-laki sebanyak 36 orang, dan perempuan 4 orang.

"Ada Warga Negara Asing (WNA) 9 orang dari negara Bangladesh, dengan 4 Anak Buah Kapal (ABK)," ujarnya.

Pantauan Tribun, terlihat TKI Ilegal tersebut ada yang menunduk, dan ada pula yang melirik, dan melihat saat digelar konferensi pers.

Sejauh ini, pihak Lanal masih melakukan pengembangan untuk mengetahui jaringan pembawa TKI ilegal tersebut.

Terhadap WNA Bangladesh akan dilakukan penyelidikan lebih dalam dari mana mereka sehingga bisa sampai ke Indonesia.

Sembilan warga Bangladesh ini, tidak bisa berbahasa Inggris atau Indonesia.

"Terhadap speedboat dan ABK kapal akan dikenakan undang-undang pelayaran, sedangkan TKI ilegal akan dikoordinasikan dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Imigrasi dan BNN Kota Batam sebagai intansi yang berwenang," katanya. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved