Heboh Pencaplokan Data Kependudukan, Disdukcapil Anambas Ingatkan Warga Mewaspadai Ini

Disdukcapil Anambas mengingatkan warga mewaspadai orang yang meminta data dan informasi kependudukan seperti NIK. Ini risikonya memberi data NIK!

Heboh Pencaplokan Data Kependudukan, Disdukcapil Anambas Ingatkan Warga Mewaspadai Ini
TRIBUN BATAM/Istimewa
Ilustrasi. Pelajar yang tengah melakukan perekaman data untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) beberapa waktu lalu. Warga Kecamatan Siantan Tengah terpaksa melakukan register ulang 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Anambas mewaspadai celah pencaplokan data yang dilakukan oleh oknum.

Agus Basir, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut mengatakan, Dirjen kependudukan dan pencatatan sipil di Kemendagri memang melarang tegas keluarnya nomor induk baik kepada perorangan maupun kelompok.

Baca: BREAKINGNEWS: Heboh! Polres Tanjungpinang Amankan Mobil Mewah Rolls Royce, Siapa Pemiliknya?

Baca: Terungkap! Inilah Hasil Otopsi Kematian 5 Selebritas Dunia! Otopsi Bruce Lee Paling Mengejutkan!

Baca: Terungkap! Inilah Nokia 8210, Ponsel Jadul Favorit Gembong Narkoba! Mengejutkan Keistimewaannya!

Baca: BREAKINGNEWS: Bupati Anambas Tersangka! Benarkah Pengacara Kasus Kopi Sianida Dampingi Haris?

"Kami ada arahan untuk itu. Artinya mewaspadai celah pencaplokan data. Seperti misalnya membagikan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dalam hal ini, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai hal ini," ujarnya Jum'at (20/4/2018).

Masyarakat pun, diakuinya harus meningkatkan kewaspadaan dini ketika sekelompok orang meminta nomor induk kependudukan. Ini dilakukan sebagai antisipasi informasi yang banyak beredar mengenai pencaplokan data yang dilakukan oleh sejumlah oknum.

Berkenaan dengan KTP elektronik, Agus pun juga telah berkoordinasi dengan aparatur desa dan kecamatan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai proses cetak KTP-elektronik.

Ini dilakukan agar masyarakat dari pulau tidak perlu bolak balik untuk mengurus dokumen kependudukan.

"Untuk mesin perekaman saat ini sudah berjalan normal. Blanko pun juga sudah tersedia. ‎Memang sebelumnya mesin perekaman sempat mengalami kerusakan," bebernya seraya menjelaskan kalau yang paling banyak melakukan proses perekaman yakni anak yang baru berusia 17 tahun.

Agus menjelaskan, untuk masa berlaku KTP elektronik berlaku seumur hidup meski masa berlaku dalam kartu tanda penduduk telah berakhir.

Sesuai arahan Dirjen di Kemendagri, proses ‎penggantian KTP elektronik baru bisa dilakukan apabila terdapat perubahan status, alamat yang telah pindah dengan kondisi kartu yang telah rusak. "Arahannya seperti itu. Saat ini, kartu itu berlaku seumur hidup," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved