Mau Lepas Landas, Malindo Air Tergelincir ke Luar landasan, Bandara Kathmandu Ditutup

Bandara Internasional Kathmandu, Nepal, ditutup Jumat (20/4/20118), setelah pesawat milik maskapai Malindo Air tergelincir dari landasan pacu.

Mau Lepas Landas, Malindo Air Tergelincir ke Luar landasan, Bandara Kathmandu Ditutup
AFP
Malindo Air tergelincir ke luar landasan pacu Bandara Kathmandu, Nepal, saat hendak lepas landas, Kamis (19/4/2018) malam. Akibatnya, pintu masuk internasional satu-satunya di Nepal itu ditutup sepanjang Jumat 

TRIBUNBATAM.id, KATHMANDU - Bandara Internasional Kathmandu, Nepal, ditutup Jumat (20/4/20118), setelah pesawat milik maskapai Malindo Air tergelincir dari landasan pacu.

Pesawat Boeing 737 milik perusahaan Lion Air Group yang membawa 139 orang itu gagal lepas landas, Kamis malam dan kemudian terjebak dalam lumpur.

Tidak ada yang terluka dalam insiden itu, tetapi penerbangan yang masuk ke ibukota Nepal ini terpaksa dialihkan.

Tidak diketahui berapa lama Bandara Tribhuvan, pintu udara internasional satu-satunya di Nepal ini akan ditutup.

Pesawat ini hendak menuju Kuala Lumpur, Malaysia ini, menurut Kantor Berita AFP, hendak lepas landas.

Namun pilot menghentikan lepas landas secara mendadak karena mendeteksi masalah pada peaawatnya, kata juru bicara bandara, Prem Nath Thakur.

Pesawat itu kemudian tergelincir ke rumput berlumpur sekitar 30 meter dari landasan.

"Semua penumpang aman, begitu juga pesawatnya, tidak mengalami kerusakan," kata Thakur.

Namun ia belum mengetahui masalah yang dialami pesawat hingga membuat pilot membatalkan lepas landas.

Insiden itu terjadi satu bulan setelah kecelakaan sebuah pesawat AS-Bangla Airways di bandara Kathmandu, yang menewaskan 51 orang.

Pada Maret 2015, jet Turkish Airlines tergelincir dari landasan ketika mendarat, memaksa Bandar Udara Tribhuvan ditutup selama empat hari.

Kawasan Himalaya memiliki beberapa landasan pacu paling terpencil dan sulit di dunia, diapit oleh puncak-puncak gunung yang tertutup salju.

Nepal memiliki catatan keamanan udara yang buruk. Kecelakaan adalah hal yang biasa dan maskapai penerbangan yang berbasis di Nepal dilarang terbang di wilayah udara Uni Eropa.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved