Mesin Kapal Mati, Kami Terombang-ambing di Laut. Kami Hanya Berdoa Agar Ada Mukjizat

"Hanya beberapa jam kami jalan, kemudian speed boat yang kami tumpangi mati. Akhirnya kami terombang ambing," kata Anan

Mesin Kapal Mati, Kami Terombang-ambing di Laut. Kami Hanya Berdoa Agar Ada Mukjizat
TRIBUNBATAM/ARGIANTO
TKI yang dievakuasi setelah terombang-ambing di laut, turun dari kapal KP Baladewa di Pelabuhan Batuampar, Kamis (19/4/2018) 

TRIBUNBATAM.id BATAM  -Sebanyak 101 TKI yang diamankan dievakuasi di perairan antara Indonesia dan Malaysia mengaku senang diselamatakan petugas kepolisian.

Anan (33) TKI asal Lombok ini mengaku, saat terombang-ambing di laut mereka selalu berdoa agar ada mukjizat yang bisa menolongnya.

"Hanya beberapa jam kami jalan, kemudian speed boat yang kami tumpangi mati. Akhirnya kami terombang ambing," kata Anan.

Baca: Kapal Baladewa yang Evakuasi TKI di Laut Sampai di Pelabuhan Batu Ampar

Baca: Seratusan TKI Menginap di Polairud Polda Kepri. Banyak Pinjam HP ke Polisi untuk Hubungi Keluarga

Baca: Kisah Pilu TKI yang Semalaman Terombang-ambing di Laut: Kami Antara Takut, Panik, Juga Pasrah

Menurut Anan, selama terombang ambing, banyak dari mereka yang muntah karena mabuk laut.

Belum lagi air laut masuk ke dalam kapal dan mereka gotong royong untuk mengeluarkan Air.

"Selama berjam-jam kami duduk terus. Kalau ada air masuk terpaksa satu orang kita pangku untuk ambil air," katanya.

Saat itu, empat orang ABK kapal langsung loncat setelah mengetahui kapalnya mati. Kemudian empat orang itu ditangkap pihak kepolisian Singapura.

"Setelah diselamatkan polisi Singapura, baru kami mengakui berasal dari Indonesia. Saat itulah polisi Singapura memberitahukan pihak Indonesia, hingga akhirnya kami dijemput," katanya.(koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved