IMM Kota Batam Tolak Calon Anggota KPU Batam yang Diumumkan Timsel. Ini Alasannya

IMM Kota Batam menolak sejumlah nama calon anggota KPU Batam yang lulus hasil tes wawancara dan kesehatan yang diumumkan tim seleksi

IMM Kota Batam Tolak Calon Anggota KPU Batam yang Diumumkan Timsel. Ini Alasannya
screeshot website KPU Batam
Pengumuman KPU Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Batam menolak 10 nama calon anggota KPU Batam yang lulus hasil tes wawancara dan kesehatan yang diumumkan tim seleksi (Timsel) calon anggota KPU Kabupaten/Kota Provinsi Kepri, Minggu (22/4/2018).

"Keputusan Timsel calon anggota KPU Kabupaten/Kota Kepri yang meloloskan 10 nama calon anggota KPU Batam, kami nilai bertentangan dengan PKPU No.7 Pasal 5 Ayat 1 Huruf d yang berbunyi, setiap calon KPU Kabupaten/Kota harus mempunyai integritas, kepribadian yang kuat, jujur dan adil," kata Ketua IMM Kota Batam, Ryan Arif Adhyatma, Senin (23/4/2018).

Menurut Ryan, dari 10 nama tersebut, Timsel memasukkan nama dengan inisial JMS.

Baca: Soerya Respationo dan Tokoh Melayu Jenguk Aksa Halatu di Mapolresta Barelang Batam

Baca: VIRAL! Bocah 12 Tahun Asal Australia Ini Plesiran ke Bali Gunakan Kartu Kredit Ibunya

Baca: Pria Setengah Bugil Ini Datang ke Restoran dan Langsung Tembak Mati 4 Orang. Sekarang Buron

Menurut dia, yang bersangkutan memiliki catatan yang tidak bagus saat menjadi komisioner KPU Kota Batam terhiting sejak tahun 2013.

"Berangkat dari pelaksanaan pemilu 2014, Jernih bersama empat komisioner lainnya pernah diberhentikan sementara oleh KPU Provinsi Kepri, melalui surat perkara No.47/KPS/KPU-Prov-031/2014, karena dianggap gagal melaksanakan tahapan rekapitulasi penghitungan suara," ujarnya.

KPU Provinsi Kepri saat itu akhirnya mengambil alih proses sidang rekapitulasi penghitungan suara Kota Batam.

"Padahal jauh hari sebelumnya, kami juga sudah memberitahukan perihal kasus ini kepada Timsel calon anggota KPU Kabupaten/Kota Prrovinsi Kepri, melalui tanggapan resmi.

Selain itu kami juga mendengar beberapa pihak juga sudah membuat tanggapan serupa, ternyata tanggapan dari masyarakat dibaikan Timsel. Ada apa dengan Timsel?" ujarnya.

"Kami menilai Timsel sudah tidak bisa bersikap objektif, sarat dengan kepentingan dan melabrak aturan yang diamanahkan," katanya.

Ryan menyebutkan bagaimana pemilu dapat berjalan dengan jujur dan adil jika penyelenggaranya tidak berintegritas. Karema orang yang jelas-jelas sudah terbukti bersalah mengubah perolehan suara masih direkomendasikan.

Sudah jelas gagal melaksanakan tahapan pemilu, justru didahulukan dan orang yang terbukti melanggar aturan justru diprioritataskan dan menyingkirkan peserta lain.

"Kami mendesak agar KPU RI mengevaluasi Keputusan Timsel calon anggota KPU Kabupaten/Kota Provinsi Kepri, dan membuat penilaian ulang, atas proses yg sedang berjalan," katanya.(bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help