Investor Sibuk Buru Dolar, Mata Uang Garuda pun Terjun ke Angka Rp 13.900 Lebih

Kurs spot rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan Senin (23/4/2018).

Investor Sibuk Buru Dolar, Mata Uang Garuda pun Terjun ke Angka Rp 13.900 Lebih
kontan.co.id
Tumpukan uang rupiah. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Kurs spot rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan Senin (23/4/2018).

Mengutip Bloomberg pukul 09.30 WIB, rupiah untuk sementara terperosok 0,08 persen ke level Rp 13.904 per dolar AS, terlemah sejak Januari 2016.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, pelemahan rupiah pada pagi hari ini lebih disebabkan faktor fundamental.

Ia menyebut tekanan eksternal berupa ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang kian kuat membuat rupiah terkoreksi.

Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS didorong oleh membaiknya sejumlah data ekonomi AS dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, meningkatnya ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate juga mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury sehingga berujung pada melemahnya rupiah hingga awal perdagangan hari ini.

Seperti yang diketahui, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menembus level 2,96 persen pada Jumat (20/4) lalu.

Baca: Banyak Pihak Usul Agar Pecahan 100 Dolar Australia Ditiadakan, Apa Sebab dan Dampaknya?

Baca: Dolar AS Kian Perkasa, Giliran Harga Emas Terus Melemah

Ini merupakan rekor tertinggi yang dicatatkan surat utang AS tersebut pada tahun ini.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved