Sektor Industri Melemah, Batam Jadi Target Proyek Percontohan Kepemilikan Properti bagi Warga Asing

Batam didorong menjadi proyek percontohan atau pilot project untuk program kepemilikan properti bagi warga negara asing (WNA).

Sektor Industri Melemah, Batam Jadi Target Proyek Percontohan Kepemilikan Properti bagi Warga Asing
tribun batam
Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan (paling kanan) bersama pembicara lainnya dalam Batam Investor Summit 2018 bertema Strategi mewujudkan kawasan pariwisata dan investasi ASEAN, di Clubhouse Orchard Park, Senin (23/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Batam didorong menjadi proyek percontohan atau pilot project untuk program kepemilikan properti bagi warga negara asing (WNA).

Hal itu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor properti di Batam.

Mengingat saat ini pertumbuhan ekonomi di Batam pun tidak lagi bisa ditopang hanya melalui sektor industri padat karya seperti manufaktur, galangan kapal, dan sektor migas.

Sektor pariwisata dan properti dinilai menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Batam yang paling nyata saat ini.

"Pendorong bisnis properti itu tidak lepas dari perkembangan jumlah penduduk dan daya beli. Setiap orang butuh rumah. Dari yang belum menikah ke menikah, dari anak satu ke anak empat, bahkan orang bercerai pun butuh rumah tambahan. Termasuk orang asing," ujar Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan dalam Batam Investor Summit 2018 bertema Strategi mewujudkan kawasan pariwisata dan investasi ASEAN, di Clubhouse Orchard Park, Senin (23/4/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan pengembang properti Agung Podomoro Land itu ikut mengundang sejumlah pembicara, seperti Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah, Asisten I bidang Pemerintahan Pemko Batam, Syuzairi, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk, dan Ketua REI Achyar Arfan.

Sayangnya, kata dia, aturan mengenai kepemilikan rumah saat ini, khususnya bagi WNA masih belum bersahabat.

Padahal, di Batam sendiri, sektor properti juga mengandalkan pembeli dari negara tetangga seperti Singapura.

"Harusnya ada aturan yang friendly. Kita tahu orang Indonesia juga banyak yang beli properti di luar seperti Singapura dan Malaysia. Kalau di sana, orang asing beli rumah langsung dapat gratis izin tinggal. Kalau kita, justru harus punya izin tinggal dulu baru boleh beli properti di sini,"ungkap Achyar Arfan.

Selain memberikan kemudahan kepemilikan bagi WNA, menurutnya antara sektor properti dengan pariwisata bisa saling bersinergi untuk memajukan perekonomian Batam. (*)

Baca berita lengkapnya di Harian Tribun Batam edisi Selasa (24/4/2018)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help