Perangi Kabar Hoax, Polres Karimun Beberkan 7 Trik Ketahui Informasi Hoax! Simak Baik-baik!

Diskusi antisipasi kabar bohong dan ujaran kebencian, Polres Karimun beberkan trik mudah mengetahui informasi hoax! Begini caranya!

Perangi Kabar Hoax, Polres Karimun Beberkan 7 Trik Ketahui Informasi Hoax! Simak Baik-baik!
tribunbatam/elhadif putra
Wakapolres Karimun membuka diskusi antisipasi penyebaran berita hoax, Selasa (24/4/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Polres Karimun menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dalam upaya mencegah penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di masyarakat.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya melalui Wakapolres Karimun, Kompol Agung Gima Sunarya saat membuka kegiatan diskusi menyampaikan masyarakat harus bijak dalam menyingkapi berita-berita yang menyebar di media sosial ataupun media massa.

Karena orang-orang yang menyebarkan berita hoax menurutnya sudah oasti memiliki tujuan yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

Baca: Terungkap! Inilah 5 Gangster Terbesar di Dunia! Nomor 2 Penghasilannya Mengejutkan!

Baca: Heboh! Koin Lawas Seribu Rupiah Gambar Kelapa Sawit Ini Laku Terjual Harga Jutaan! Ini Buktinya!

Baca: Mengejutkan Penjelasannya! Bisa Timbulkan Ledakan, Inilah yang Terjadi Saat Tubuh Dikremasi!

Baca: Terungkap! Inilah Hasil Otopsi Kematian 5 Selebritas Dunia! Otopsi Bruce Lee Paling Mengejutkan!

"Berita hoax yang disampaikan ke publik berifat tidak benar atau bohong. Jadi jangan sampai terpancing. Karena tujuan dari penyebar berita hoax adalah menggangu kamtibmas yang merugikan masayrakat. Terlebih lagi di masa-masa menjelang dan saat pemilu serta pilkada," paparnya.

Sementara itu narasumber dari Bagian Humas Pemkab Karimun, yang diwakili oleh Rio mengatakan penyebaran berita hoax umumnya dilakukan di internet.

Dijelaskannya, berdasarkan survey asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa. Dimana 85 persennya mengakses internet melalui telepon seluler.

"Hoax secara bahasa artinya adalah kepalsuan yang sengaja dibuat untuk merayu sebagai kebenaran. Hoax menyebar dari medsos sekitar 92,4 persen, aplikasi chat dan media massa. Sedangkan isu terbanyak sosial politik 91,8 persen, sara dan kesehatan," ujarnya.

Rio menyebutkan peran pemerintah dalam menanggapi penyebaran berita hoax adalah dengan gerakan revolusi mental. Artinya gerakan seluruh rakyat indonesia bersama pemerintah untuk mempebaiaki karakter bangsa.

"Caranya harus cerdas dalam memanfaatkan internet secar baik tepat guna sesuai dengan etika, budaya dan morma yang berlaku," tambahnya.

Sementara itu masyarakat juga dapat mendeteksi apakah berita atau informasi yang diperolehnya adalah hoax. Adapun di antaranya adalah dengan melakukan pengecekan alamat url, cek situs berita tersebut, cek kebenaran menggunakan media lain, gunakan fact-cheking, cek siapa penulis, narasumber serta model penulisannya.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help