Polisi Penembak Ipar Didiagnosis Gangguan Jiwa Berat. Diduga karena Belajar Ilmu Kesaktian

Teguh Wiyono, kerabat Fahrizal, misal, mengaku pernah melihat Fahrizal mengamuk sambil memegang samurai

Polisi Penembak Ipar Didiagnosis Gangguan Jiwa Berat. Diduga karena Belajar Ilmu Kesaktian
Tribun Medan
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw (kiri) dan Kompol Fahrizal (pakai penutup muka) 

TRIBUNBATAM.ID - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyatakan mantan Kasat Reskrim Polresta Medan Komisaris Polisi (Kompol) Fahrizal yang menembak mati iparnya, mengalami gangguan jiwa berat.

Fahrizal yang terakhir menjabat Wakapolres Lombok Tengah, NTB telah dibantarkan penyidik Polda Sumut ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem,  Medan.

Dua hari Tribun berusaha melihat tingkah Fahrizal di "rumah barunya". Di sana, selain dijaga sang istri, ia dijaga dua personel polisi berpakaian preman.

Keanehan-keanehan sikap Fahrizal sebenarnya sudah berlangsung saat dia masih menjabat Kasat Reskrim Polresta Medan.

Baca: Polisi Penembak Adik Ipar Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa. Sering Benturkan Kepala ke Dinding Sel

Baca: Kehidupan Pesumo: Punya Istri Cantik dan Gaji Bisa Sampai Rp 276 Juta Per Bulan

Baca: Suprise dari Nikita Mirzani, Beredar Fotonya Mengenakan Mukena. Adem Rasanya Melihat

Baca: Foto Putri Jokowi, Kahiyang Ayu Bareng Kuda Mengejutkan. Hamil Tua Malah Bikin Pangling

Teguh Wiyono, kerabat Fahrizal, misal, mengaku pernah melihat Fahrizal mengamuk sambil memegang samurai. Namun ia tidak mengingat penyulut peristiwa itu.

"Orangnya sebenarnya baik, baguslah, banyak memberi sumbangan juga," kata Teguh, beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Editor: dwie sudarlan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help