Selain Penjara 15 Tahun & Denda Rp 500 Juta, Setnov Kudu Bayar Rp 66 M atau Harta Bendanya Disita

Selain divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, ia wajib bayar pengganti 7,3 juta dolar AS dikurangi Rp 5 M yang telah dititipkan ke penyidik.

Selain Penjara 15 Tahun & Denda Rp 500 Juta, Setnov Kudu Bayar Rp 66 M atau Harta Bendanya Disita
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Setya Novanto saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). KPK menduga Setya Novanto melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek KTP elektronik 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA — Mantan Ketua DPR Setya Novanto divonis bersalah dalam perkara korupsi pengadaan e-KTP.

Selain divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, ia diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dolar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik.

Jika menggunakan kurs rupiah tahun 2010, totalnya sekitar Rp 66 miliar.

"Apabila tidak dibayar setelah berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita atau dilelang," ujar hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Baca: BREAKINGNEWS. Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara!

Baca: Inilah Pertimbangan Hakim Jatuhkan Vonis 15 Tahun Penjara untuk Setya Novanto

Jika harta benda yang disita tidak cukup menutupi uang pengganti, akan dikenakan pidana tambahan selama 2 tahun penjara.

Novanto sebelumnya dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 7,3 juta dolar AS terkait kasus korupsi proyek e-KTP.

Apabila menggunakan kurs dolar AS tahun 2010 senilai Rp 9.800, uang pengganti itu senilai sekitar Rp 72,5 miliar.

Dalam putusan, majelis hakim menganggap perbuatan Novanto memenuhi unsur menguntungkan diri sendiri, merugikan keuangan negara, menyalahgunakan wewenang, dan dilakukan bersama-sama pihak lain dalam proyek e-KTP.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved