BREAKINGNEWS: Massa Aliansi Buruh Batam Demo di Kantor Gubernur Kepri, Perjuangkan Soal Ini!

"Pak Gubernur, cuma Rp 14.000 sebulan. Kalau setahun jumlahnya Rp 140.000. Tetapi sebenarnya kami ingin perjuangkan sistem pengupahan"

BREAKINGNEWS: Massa Aliansi Buruh Batam Demo di Kantor Gubernur Kepri, Perjuangkan Soal Ini!
tribunbatam/thom limahekin
Aksi unjuk rasa massa dari Aliansi Buruh Batam di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Rabu (25//2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Massa yang mengatasnamakan Aliansi Buruh Batam berunjuk rasa di Kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (25/4/2018) sore.

Ratusan anggota aliansi ini memperjuangkan kenaikan upah sektoral. Namun, lebih dari itu, mereka sebenarnya mau menghendaki sistem pengupahan yang jelas.

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Alasan Amerika Diyakini Tak Berani Serang Indonesia! Nomor 2 Tak Terbantah!

Baca: Mengejutkan Penjelasannya! Bisa Timbulkan Ledakan, Inilah yang Terjadi Saat Tubuh Dikremasi!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Gangster Terbesar di Dunia! Nomor 2 Penghasilannya Mengejutkan!

"Pak Gubernur, cuma Rp 14.000 sebulan. Kalau setahun jumlahnya Rp 140.000. Tetapi sebenarnya kami ingin perjuangkan sistem pengupahan," ungkap Mustofa, seorang koordinator aksi.

Mustofa menjelaskan, sistem pengupahan sektoral ini sempat digugat oleh Pemprov Kepri di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 2017 lalu. Namun, Pemprov Kepri justru kebingungan dalam menerapkan sistem tersebut.

Dia menambahkan, putusan Mahkamah Agung (MA) menyatakan mekanisme sebuah upah bisa ditentukan oleh dewan pengupahan kalau di sektor itu tidak ada asosiasinya. Namun, hal tersebut belum diputuskan juga oleh Pemprov Kepri.

buruh batam

Baca: Heboh! Tanggal Tua Butuh Uang? Inilah 5 Cara Cepat Dapatkan Tambahan Uang! Nomor 5 Mengejutkan!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Buah Penghilang Karang Gigi Sekaligus Pemutih Gigi! Nomor 4 Paling Mengejutkan!

Baca: Mengejutkan! Inilah 8 Artis Pernah Coba Ingin Bunuh Diri, Nomor 8 Kini Jadi Istri Pejabat!

"Kami sudah mengirim surat kepada Pak Gubernur. Sekarang kami datang untuk menanyakan keberadaan surat itu," tegas Mustofa lagi.

Mustofa menduga, surat tersebut sudah dibuang atau diserahkan kembali kepada penguasa. Karena itu, penjelasan Gubernur Kepri menjadi harapan ratusan buruh ini.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help