Satu dari 6 Tersangka Kasus Tarian Tak Pantas di Engku Putri, Minta Penangguhan Penahanan

"Pada hari ditahan, kami langsung ajukan penanguhan penahanan ke Kapolresta Barelang," kata Risman Rabu (25/4) pagi

Satu dari 6 Tersangka Kasus Tarian Tak Pantas di Engku Putri, Minta Penangguhan Penahanan
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Risman R Siregar SH 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  AA, satu dari enam orang yang jadi tersangka kasus tarian tak pantas atau mengandung unsur pornografi, di Engku Putri, minta penangguhan penahanan ke Polresta Barelang.

Hal itu disampaikan Penasihat Hukum (PH) AA, Risman R Siregar, kepada TRIBUNBATAM, Rabu (25/4/2018) pagi.

Risman mengatakan sudah melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya, AA.

Baca: Terungkap! Seperti Siluman, Personel Kopaska Ini Sendirian Mengusir Kapal Perang Malaysia!

Baca: Mendebarkan! Inilah Kisah Ajaib di Balik Jatuhnya Pesawat Dakota AURI Saat Operasi Trikora!

Baca: Pujian tak Biasa Donald Trump: Kim Jong-un Pemimpin Terbuka dan Terhormat. Ada Apa di Baliknya?

"Pada hari ditahan, kami langsung ajukan penanguhan penahanan ke Kapolresta Barelang," kata Risman, Rabu (25/4) pagi.

Alasan permintaan penangguhan penahanan itu karena yang bersangkutan, AA, adalah tulang punggung keluarga.

Menurut Risman, hingga kini surat permohonan penangguhan penahanan belum direspon pihak kepolisian.

"Kami sudah melakukan itu (permohonan penangguhan,red). Apakah itu dikabulkan, adalah penilaian dari penyidik. Sampai kini, klien kami masih ditahan. Penyidiklah yang punya kewenangan mengabulkan atau menolak permohonan penangguhan penahanan itu," ujarnya.

Sekedar diketahui, AA ditetapkan sebagai satu dari enam tersangka, karena posisinya sebagai penanggung jawab acara dari klub New Lightning Family Batam (NVLF-BP) dan diduga yang bertanggungjawab mendatangkan tiga penari yang tampil tak pantas di Dataran Engku Putri.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka. Selain AA, ada AH, HM, dan tiga penari.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help