Aplikator Transportasi Online Dijadikan Perusahaan Jasa Angkutan Umum, Grab Makin Bimbang

Grab masih terus melakukan diskusi dengan pemerintah dan juga para stakeholder untuk menentukan keputusan yang akan dibuat.

Aplikator Transportasi Online Dijadikan Perusahaan Jasa Angkutan Umum, Grab Makin Bimbang
Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com
Ilustrasi GrabCar 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Grab Indonesia sampai saat ini masih belum memberikan keputusan terkait imbauan pemerintah untuk menjadi perusahaan transportasi umum dan melepaskan statusnya sebagai aplikator.

"Kami belum memutuskan itu, sekali lagi kami ingin terus melakukan dialog dengan pemerintah karena ini melibatkan banyak pihak, bukan satu dua pihak saja," ucap Direktur Pemasaran Grab Mediko Azwar saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Hingga sampai saat ini, Mediko menjelaskan kalau Grab masih terus melakukan diskusi dengan pemerintah dan juga para stakeholder untuk menentukan keputusan yang akan dibuat.

Kemudian, dari apa yang dikatakan Mediko, Grab Indonesia tak terlalu terburu-buru dalam memutuskan menjadi perusahaan transportasi atau tetap menjadi aplikator.

"Kita selalu berusaha kerja sama dengan pemerintah dan kami mau semua pihak yang terkait ini didengarkan suaranya," imbuh dia.

Pada akhir Maret 2018 kemarin, pemerintah kembali mengapungkan niatan untuk kembali meregulasi soal transportasi dalam jaringan (daring) atau online.

Baca: Jika Pihak Aplikator Tidak Lakukan Ini. Grab dan Go-Jek Terancam Sanksi dari Pemerintah

Baca: Supir Grab Fiktif yang Ditangkap Cuma 7 Orang tapi Jumlah HP yang Diamankan Mencengangkan

Baca: Singapura Curigai Transaksi Akusisi Grab terhadap Uber, Ini Langakah-langkah yang Mereka Lakukan

Kali ini yang menjadi sasaran adalah aplikator atau perusahaan transportasi online seperti Grab dan Go-Jek.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved