Pilpres 2019

Heboh! Lebih Enak Bersaing dengan Prabowo atau Capres Lain? Mengejutkan Jawaban Jokowi!

Mengejutkan jawaban Jokowi saat ditanya lebih enak bersaing dengan Prabowo atau Capres lain saat Pilpres 2019 nanti! Ini jawabannya!

Heboh! Lebih Enak Bersaing dengan Prabowo atau Capres Lain? Mengejutkan Jawaban Jokowi!
via TribunJateng
Ilustrasi 

Dirinya juga menjelaskan kalau birokrasi tenaga kerja asing yang disederhanakan itu bukan maksud berpihak kepada TKA, melainkan untuk merampingkan birokrasi di Indonesia.

Jokowi mengungkapkan penyederhanaan birokrasi agar Indonesia tak memiliki birokrasi yang ruwet.

"Semakin banyak orang membuka lapangan pekerjaan karena ada pembukaan investasi, larinya justru adalah membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya kepada masyarakat," tegasnya.

"Menyederhanakan perizinan tidak hanya soal TKA, tapi juga ditarik ke ranah politik, jadi kejadiannya seperti itu," lanjutnya.

Sementara itu, di tayangan Mata Najwa sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tidak menyangkal adanya kepercayaan masyarakat dengan isu komunisme hingga Jokowi disebut berpihak kepada asing.

Menurutnya, hal ini bisa ditunjukkan dalam kebijakan pemerintah.

"Tapi kami tak mau bahas itu, karena debatable."

Dirinya juga menjelaskan Jokowi merupakan orang baik, namun tetap di 2019 mengganti Jokowi dengan lebih baik.

"Kompetisi itu baik, menghadirkan yang lebih baik dari Jokowi," katanya.

"Sampaikan dulu calon presidennya baru cetak kaos," imbuh Adian Napitupulu.

Hal lain menjadi perdebatan adalah kebijakan Tenaga Kerja Asing.

Kebijakan tersebut dianggap memudahkan tenaga kerja dari luar negeri khususnya Cina, untuk bekerja di Indonesia.

Namun politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu serta merta mendebat, "Ini soal tenaga kerja asing atau tenaga kerja Cina? Jangan dipersepsikan demikian dong."

Tak hanya itu, Romahurmuziy juga turut mengungkapkan berbagai bantahan stigma yang dilekatkan kepada Jokowi dengan memberikan penjelasan.

Menurutnya, 72 tahun Indonesia merdeka Presiden pertama yang memberikan peresmian hari santri nasional itu adalah Joko Widodo.

Kemudian, perhatian Jokowi kepada umat Islam luar biasa.

Hal itu dapat dilihat saat dirinya mendatangi kelompok 212 saat mereka berdemo.

"Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Jokowi dinyatakan tidak merangkul kelompok 212, tapi nyatanya Jokowi sholat bersama kelompok 212 ketika mereka berdemo," ungkapnya.

Lalu, Jokowi hingga saat ini mengundang para ulama secara rutin ke Istana tanpa membedakan partai apapun.

"Semua ulama kita melaporkan semua partai politik diundang, jadi tak ada persoalan antara beliau dengan kelompok-kelompok islam," tuturnya.

Hal tersebut membuat ada sekelompok orang yang memanfaatkan isu itu di media sosial. (BanjarmasinPost/Rr Dewi Kartika H)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved