Berita Batam

ALAMAK! Warga Batam yang Sudah Meninggal Masih Tercantum di Daftar Pemilih untuk Pemilu 2019

Proses pencocokan dan penelitian (coklit) untuk Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pemilu 2019 masih dilakukan Petugas Panitia

ALAMAK! Warga Batam yang Sudah Meninggal Masih Tercantum di Daftar Pemilih untuk Pemilu 2019
TRIBUN/ZABUR
Petugas Pantarlih Sekupang, melakukan proses coklit Pemilu 2019 di salah satu rumah warga, Senin (30/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses pencocokan dan penelitian (coklit) untuk Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pemilu 2019 masih dilakukan Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di Sekupang.

Namun dalam melakukan coklit DP4 di Sekupang itu, nama warga yang sudah meninggal dunia ternyata masih ada yang tertera.

Tidak itu saja, warga yang sudah lama pindah domisili pun masih tercantum namanya di dalam DP4 tersebut.

Baca: Ini Nama-nama Lain Nisfu Syaban di Beberapa Negara. Arti dan Maknanya Tidak Berbeda

Baca: Tahu Anak Gadisnya Hamil Akibat Ulahnya, Pria Ini Ancam Bunuh Korban Sebelum Kabur

Baca: Malam Nisfu Syaban. Jangan Lewatkan Doa dan 3 Amalan Utama Ini, Pahalanya Luar Biasa

"Masa sudah belasan tahun meninggal dunia, namanya masih tercantum dalam DP4. Padahal dalam coklit pemilu sebelumnya sudah diperbaiki dan dilaporkan. Bahkan ke KPU dan Disduk. Namun nama yang bersangkutan muncul lagi sekarang. Seharusnya sudah dihapus," kata Anjat, seorang petugas pantarlih di Sekupang, Batam saat melakukan coklit, Senin (30/4/2018).

Dia mengaku selain mengecek nama yang ada di DP4 untuk dicocokan, dalam porses coklit, pihaknya juga masih menemukan nama warga yang sudah lama tidak berdomisili lagi ditempat yang didatangi.

"Kalau pencocokan nama dengan tempat tinggal tidak banyak masalah. Namun yang bikin bingung nama warga yang sudah pindah domisili atau sudah pindah belasan tahun juga masih tertera di DP4. Sebelumnya kan sudah dilaporkan dalam Pemilu sampai pemilihan Gubernur Kepri," ujarnya.

Anjar menyebutkan, setiap hari sedikitanya ada lima rumah yang disinggahnya untuk melakukan coklit. Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Bahkan pencocokan lebih mudah dengan menggunakan kartu keluarga dan KTP-el.

"Ada warga yang KTP-el nya belum selesai. Sata pun minta kartu keluarga, jika cocok NIK nya maka tidak ada lagi revisi. Penambahan pemilih lumayan banyak, yang umumnya baru masuk usia 17 tahun," katanya. (bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved