Berita Batam

Berapa Jumlah TKA di Batam dan Apa Posisi Kerjanya? Ini Penjelasan Kepala Imigrasi dan Kadisnaker

Berapa jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Batam dan apa saja posisi pekerjaan mereka?

Berapa Jumlah TKA di Batam dan Apa Posisi Kerjanya? Ini Penjelasan Kepala Imigrasi dan Kadisnaker
Tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di proyek Fantasy Island, Pulau Manis, Belakangpadang, saat disidak oleh Kantor Imigrasi, Kamis (27/10/2016). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Berapa jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Batam dan apa saja posisi pekerjaan mereka?

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto, Selasa (1/5/2018), mengatakan TKA yang masuk ke Indonesia, khususnya Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bukanlah tenaga kerja teknis lapangan.

Menurutnya, mereka adalah melainkan tenaga ahli dengan kapasitas setingkat manajer, direksi, komisaris dan advisor.

Pernyataan itu juga menjawab kerisauan banyak pihak akan serbuan TKA menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA.

"Jadi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA, hanya menyederhanakan proses birokrasi saat pendaftaran. Bukan untuk menarik sebanyak-banyaknya tenaga kerja asing ke Indonesia, oknum-oknum tertentu saja yang menggoreng itu semua, jadi seolah-olah TKA bisa dengan mudah bekerja di sini," kata Lucky Agung Binarto.

Menurut Lucky, sulitnya tenaga kerja ahli dari luar negeri masuk ke Indonesia berimbas pada kinerja investasi dan ekspor.

Padahal, kedua hal itu menjadi faktor utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terutama di Kota Batam.

"Tapi itu semua Dinas Tenaga Kerja yang lebih tahu, namun karena pengawasan orang asing tanggung jawab Imigrasi, mau tidak mau perlahan kami juga mulai memahami tentang TKA di tanah air," kata Lucky.

Baca: Buruh Minta Presiden Cabut Perpres Nomor 20 Tahun 2018 Soal Penggunaan Tenaga Kerja Asing

Baca: Tenaga Kerja Asing Makin Mudah Kerja di Indonesia, Ini yang Diinginkan Presiden Jokowi

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved