HARI BURUH 2018

Orasi Buruh: TKA Cukup Banyak di Batam, Skill Buruh Tak Meningkat. 20 Tahun Tetap Jadi Operator

Hasil survei di beberapa perusahaan, banyak pekerja yang sudah bekerja selama 20 tahun di sebuah perusahaan, posisinya tak meningkat

Orasi Buruh: TKA Cukup Banyak di Batam, Skill Buruh Tak Meningkat. 20 Tahun Tetap Jadi Operator
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Aksi Buruh di Batam Centre, Selasa (1/5/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam orasi di peringatan Hari Buruh 2018 di Batam Centre, perwakilan dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Masmur Siahaan juga menyoroti tenaga kerja asing (TKA) di Batam.

Orator menyebutkan, data TKA tak akurat, karena data milik pemerintah dengan data buruh berbeda.

Dari perhitungan mereka sebagai buruh, setidaknya ada 6.000 TKA di Batam saat ini.

Baca: Sebagian Buruh Sudah Datang di Batam Center. Wakapolda Kepri Ajak Buruh Ngopi di Warung Kaki Lima

Baca: Membaur dengan Buruh di Batam Center, Wakapolda Kepri Terlihat Ikut Joget Dangdut

Baca: Hari Buruh 2018. Ini Aspirasi yang Disuarakan Para Buruh di Batam: Ini Momen Bersatunya Buruh!

"Kalaulah 6.000 TKA itu dikali 1.200 US dolar sudah berapa? Kita punya dana IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) untuk peningkatan skill kompetensi pekerja," kata Masmur, Selasa (1/5/2018).

Namun penggunaannya dirasa kurang memiliki manfaat bagi buruh.

Buktinya dari hasil survei di beberapa perusahaan, banyak pekerja yang sudah bekerja selama 20 tahun di sebuah perusahaan, tetapi posisinya tak ada peningkatan.

"20 tahun jadi operator dari dulu sampai sekarang. Pertanyaannya, kemana penggunaan dana IMTA itu kalau tak sama-sama kita dorong untuk kepentingan buruh," ujarnya.

Mewakili buruh, Masmur juga meminta pemerintah agar tak tergantung dengan kepentingan TKA.

"Tetapi membangun solidaritas untuk Indonesia yang lebih baik. May Day ini jadi momen untuk membangkitkan kesadaran buruh," kata Masmur.

Ia mengatakan, jumlah pekerja berserikat saat ini masih tergolong kecil. Dari sekitar 400 ribu pekerja di Batam, hanya 10 persen di antaranya yang tergabung di serikat pekerja.

"Artinya hanya 40 ribu. Angka itu masih kecil," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved