HARI BURUH 2018

Peringatan Hari Buruh di Anambas! SBSI: Kami Tak Ada Orasi! Ini Alasannya!‎ ‎

Berbeda dengan tempat lain, peringatan Hari Buruh di Anambas tanpa ada orasi, apalagi unjuk rasa. Begini alasan perwakilan buruh!

Peringatan Hari Buruh di Anambas! SBSI: Kami Tak Ada Orasi! Ini Alasannya!‎ ‎
Tribunbatam/M Ikhwan
Ilustrasi. Massa buruh Tanjungpinang senam bersama di Laman Boenda, Selasa (1/5/2018) peringati hari buruh 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Hari buruh Internasional biasanya identik dengan orasi dan aksi turun ke jalan.

Namun, di Anambas ceritanya lain. Tidak mengurangi makna hari buruh Internasional, DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Kepulauan Anambas tetap

memperjuangkan hak-hak buruh, salahsatunya melakukan pertemuan dengan salahsatu subcon dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3s) yang memiliki base di Matak.

Baca: Akhirnya Ketahuan! Inilah Hasil Otopsi Kematian 5 Selebritas Dunia! Bruce Lee Paling Mengejutkan!

Baca: Terungkap! Inilah 8 Trik Beli Tiket Pesawat Bocoran Orang Dalam! Nomor 2 Paling Mengejutkan!

Baca: Heboh! Jalan Kaki Surabaya-Jakarta, Kakek Ini Bikin Polisi Sungkem di Kakinya, Tak Sangka Alasannya!

Baca: Mengenal Pengawal Kim Jong Un! Pasukan Khusus Dengan 2 Tahun Latihan Brutal, Tidak Kenal Keluarga!

"Tidak ada orasi, cuma kami melaksanakan musyawarah bipartit di subcon. ‎Hasilnya pun, diterima kedua belah pihak," ujar Rodi Hartono Ketua DPC SBSI Kabupaten Kepulauan Anambas Selasa (1/5/2018).

Pihaknya pun, terus memperjuangkan hak-hak pekerja khususnya yang bekerja di base yang beroperasi pada sektor migas.

Senada dengan SBSI, Sahtiar Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kepulauan Anambas tidak menggelar aksi pada hari buruh Internasional kali ini.

Menurutnya, tuntutan pekerja selama ini telah diakomodir oleh pihak perusahaan. "Kami di rumah saja. Terkait May Day ini tidak ada menggelar aksi. Sebelumnya pun, ada pertemuan dengan Polres dan kami komitmen untuk tidak melakukan aksi," ujarnya.

Ia menjelaskan soal besaran Upah Minimum Sektoral tahun 2018 yang naik 5 persen menjadi Rp 3.255.000 dari besaran UMS tahun 2017. Ini diakuinya belum lagi dengan tunjangan transportasi dan perumahan bagi pekerja.

"‎Begitu juga untuk Tenaga Kerja Asing (TKA). Perusahaan memprioritaskan pekerja lokal. Ya, lain halnya untuk urusan yang penting, biasanya perusahaan memanggil pihak luar. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help