Saat Detik-detik Terakhir, Setya Novanto Tulis 'Surat Cinta' ke KPK. Dia Ikhlas dan tak Banding

Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, Setya Novanto mengaku ikhlas menerima putusan dari majelis hakim.

Saat Detik-detik Terakhir, Setya Novanto Tulis 'Surat Cinta' ke KPK. Dia Ikhlas dan tak Banding
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Setya Novanto saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). KPK menduga Setya Novanto melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek KTP elektronik 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, Setya Novanto mengaku ikhlas menerima putusan dari majelis hakim.

Putusan itu adalah vonis dirinya selama 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Hal itu diucapkan oleh pengacara Novanto, Robinson yang menjelaskan bahwa keputusan diambil ketika sudah menit-menit terakhir sebelum tenggat waktu untuk berpikir habis.

"Baru saja tadi pukul 15.00 WIB, Pak Nov bilang dia sudah ikhlas. Jadi, kami tidak akan mengajukan banding," jelasnya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Novanto juga menulis langsung dengan tangannya kepada KPK yang pada intinya menerima putusan hakim atas vonis yang telah dijatuhkan.

"Ada surat tulis tangan langsung dari Pak Nov kepada KPK. Dia tulis disitu menerima putusan," lanjutnya.

Tidak hanya itu, kepada KPK, Novanto juga meminta untuk mempertimbangkan kembali masalah Justice Collaborator (JC) yang diajukan olehnya beberapa waktu lalu.

Baca: Dari Supir, Jualan Beras, Model, Ketua DPR, sampai Divonis 15 Tahun Penjara, Ini Jalan Hidup Setnov

Baca: Selain Penjara 15 Tahun & Denda Rp 500 Juta, Setnov Kudu Bayar Rp 66 M atau Harta Bendanya Disita

Baca: Setnov Beberkan Puan Maharani dan Pramono Terima Uang e-KTP Masing-Masing 500 Ribu Dolar AS

Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018).
Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). (Garry Andrew Lotulung/KOMPAS.com)
Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved