Walau Upah Hanya Rp 100 Ribuan Sebulan, Painem yang Buta & Stroke Ini Tetap Tekun Kerja Anyam Tikar

Selain buta, Painem juga menderita stroke hingga membuat tangan kanannya tak bisa bergerak lincah.

Walau Upah Hanya Rp 100 Ribuan Sebulan, Painem yang Buta & Stroke Ini Tetap Tekun Kerja Anyam Tikar
Kompas.com/Markus Yuwono
Painem sedang menganyam tikar mendong, Senin (30/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, YOGYAKARTA - Di salah satu rumah di Dusun Gentungan, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, tampak seorang nenek sibuk menganyam daun mendong menjadi tikar.

Dia seolah tidak mempedulikan siapa pun yang lewat di sekitarnya. Dia adalah Painem (67), buruh anyam daun mendong.

Jari tangannya begitu terampil menganyam tikar meski matanya tak bisa melihat.

Kendati dalam keadaan buta, namun semangat wanita tiga orang anak ini untuk mencari nafkah tidak surut.

"Modalnya dari orang, Mas. Dia bawa mendong ke sini, lalu saya buat. Setelah itu dia membayar," katanya kepada wartawan di rumah adik Painem, Senin (30/4/2018).

Setiap bulan, Painem mendapat upah dengan besaran yang tidak menentu, antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000.

Satu tikar ukuran 1,5 X 2 meter dihargai upah Rp 30.000 untuk kualitas bagus dan diberi warna. Sedangkan upah untuk membuat tikar kualitas sedang antara Rp 20.000 sampai Rp 25.000.

Dua anak Painem sudah berkeluarga dan tinggal di Salatiga, Jawa Tengah. Sementara seorang anaknya meninggal dunia.

Painem tinggal di rumah yang berdekatan dengan tempat tinggal adiknya.

Selain buta, Painem juga menderita stroke hingga membuat tangan kanannya tak bisa bergerak lincah.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved