Ternyata, Penemu Racun Kalajengking untuk Kanker Payudara Adalah Remaja 17 Tahun

Menurut ilmuwan, kalajengking biru (rhopalurus junceus) adalah yang terganas dan juga terbaik di dunia untuk bidang pengobatan.

Ternyata, Penemu Racun Kalajengking untuk Kanker Payudara Adalah Remaja 17 Tahun
arnoudquanjer.com
Kalajengking biru yang racunnya bisa untuk mengobati kanker payudara 

TRIBUNBATAM.id - Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang racun kalajengking yang berharga Rp 145 miliar per liter dan merupakan cairan termahal di dunia saat ini.

Mahalnya racun atau venom kalajengking ini bukan karena sulitnya mengambil racun dari tubuh bintanang ini, tetapi karena manfaatnya yang luar biasa dalam bidang kedokteran.

Kalejengking menggunakan racun atau peptida sebagai senjata untuk melumpuhkan lawannya.

Dilansir dari askabiologist.asu.edu, venom kalajengking memiliki rantai protein yang sangat kecil bernama chlorotoxin.

Baca: Ungkapan Jokowi soal Mahalnya Racun Kalajengking Jadi Olok-olok. Faktanya Bikin Anda Tercengang

Chlorotin ini melumpuhkan lawan kalajengking dengan cara menghentikan dan mematikan sel.

Hal inilah yang kemudian membuat para ahli menyelidiki fungsi peptida untuk membunuh sel kanker.

Bahkan, luar biasanya lagi, untuk kasus tumor otak yang rumit, racun ini tidak hanya menghentikan sel tumor, tetapi juga menjadi senter atau petunjuk, bagian mana tumor itu bersatrang sehingga tim medis lebih mudah mengangkatnya.

Kalajengking sebenarnya dapat ditemukan di semua benua. Ada sekitar 2.000 spesies kalajengking di seluruh dunia.

Namun, hanya sekitar 30 spesies saja yang berbahaya dan cukup kuat untuk membunuh manusia dewasa.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help