SELAIN Diseleksi Ketat, Ini Standar Layanan Minimun yang Harus Dipenuhi Supir Taksi Online

Kementerian Perhubungan akan membuat standar pelayanan minimum untuk taksi online untuk mengurangi dan mencegah kejahatan di taksi.

SELAIN Diseleksi Ketat, Ini Standar Layanan Minimun yang Harus Dipenuhi Supir Taksi Online
Kr-Asia
Grab baru saja mengumumkan akuisisi terhadap seluruh bisnis Uber di Asia Tenggara. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA—Kementerian Perhubungan akan membuat standar pelayanan minimum untuk taksi online.

Peraturan ini dibuat menyusul sejumlah aksi kejahatan yang terjadi di taksi online.

"Untuk penyempurnaan saya akan membuat standar pelayanan minimal," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018).

Budi menambahkan, dalam peraturan itu nantinya akan diatur spesifikasi yang harus dipatuhi para pengelola dan pengemudi taksi online.

Salah satu yang akan diatur adalah tingkat kegelapan kaca film di taksi online.

"(Juga) panic button, itu akan kita buat semua sehingga aspek keselamatan akan benar-benar terjamin bagi penumpang, pengemudi, dan kendaraanya," kata Budi.

Tak hanya itu, lanjut Budi, nantinya juga harus ada seleksi lebih ketat terhadap para pengemudi taksi online.

"Termasuk itu juga ada screening saat penerimaan, kalau bisa dari pihak (pembuat dan pengelola) aplikasi tidak akan menerima semua orang, yang diterima harus persyaratan tertentu lah," ucap dia.

Menurut Budi, standar pelayanan minimum itu merupakan turunan dari Peraturan Menteri (PM) yang akan diterbitkan sebagai pengganti PM Nomor 108 Tahun 2017.

Nantinya standar pelayanan minimum taksi online dikeluarkan hanya dengan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help