Selain Andre, Ada 3.000 Anak Indonesia Diadopsi Warga Eropa Kurun 1974-1983. Begini Cerita Mereka

Dari catatan jaringan yayasan tersebut, ada sekitar 3.000 anak Indonesia yang diadopsi warga Eropa, kebanyakan Belanda, dalam kurun waktu 1974-1983.

Selain Andre, Ada 3.000 Anak Indonesia Diadopsi Warga Eropa Kurun 1974-1983. Begini Cerita Mereka
BBC Indonesia
Andre Kuik dan ibu kandungnya, Kartini, saat bertemu kali pertama di Lampung. 

TRIBUNBATAM.id- Pertemuan Andre Kuik dengan ibu dan keluarga kandungnya di Lampung setelah 40 tahun dia diadopsi warga Belanda dan tinggal di sana, ternyata membuka cerita anak-anak Indonesia lain yang bernasib sama.

Dari catatan Yayasan Mijn Roots, sebuah lembaga yang membantu anak-anak adopsi menemukan orang tua kandung mereka, selama tiga tahun ini setidaknya ada 24 anak adopsi asal Indonesia yang berhasil dipertemukan dengan keluarga kandung mereka.

Bahkan, dari catatan jaringan yayasan tersebut, ada sekitar 3.000 anak Indonesia yang diadopsi warga Eropa, kebanyakan Belanda, dalam kurun waktu 1974-1983.

Yayasan ini didirikan oleh Christine Verhaagen dan Ana van Keulen tiga tahun lalu.

Selain Andre, ada kisah Ana, sang pendiri yayasan, menemukan orang tua kandung

Andre saat bertemu kakak kandungnya di Lampung. Foto: BBC Indonesia

Christine Verhaagen dan Ana van Keulen juga merupakan anak yang diadopsi warga Belanda.

Ana bertemu kembali dengan orang tua kandungnya Sati dan Andung pada 24 tahun yang lalu, ketika berusia 18 tahun.

Sejak usia 2,5 tahun, Ana diadopsi oleh pasangan Jan dan Gerda van Valen yang tinggal di Sliedrecht di dekat Rotterdam, Belanda.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved