Surati Kemendag, Kepala BP Batam Minta Rekomendasi Terkait Perizinan Didelegasikan ke BP Batam

"Kami sudah meminta surat resmi pendelegasian itu supaya bisa segera dilakukan," kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo

Surati Kemendag, Kepala BP Batam Minta Rekomendasi Terkait Perizinan Didelegasikan ke BP Batam
INSTAGRAM/BP BATAM
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo di acara Business Forum “Menuju Kemudahan Perizinan di Kawasan Industri Melalui Rencana Penerapan Online Single Submission” 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mengakomodir permintaan kalangan pengusaha, BP Batam sudah berkirim surat ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

Isi surat itu, prinsipnya meminta agar semua perizinan yang membutuhkan rekomendasi dari Kemendag, supaya bisa segera didelegasikan pengurusannya kepada BP Batam.

"Kami sudah meminta surat resmi pendelegasian itu supaya bisa segera dilakukan," kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Jumat (4/5/2018).

Baca: BP Batam Sebut Jumlah Calon Investor Untuk Kelola Dam Tembesi Terus Bertambah

Baca: Pantas Harganya Selangit, Racun Kalajengking Obat Kanker Syaraf. Begini Cara Pengambilan Racunnya

Baca: Sodorkan Cawapres ke Prabowo, Harga Mati Buat PKS? Ini Jawaban Presiden PKS!

Mantan Sekretaris Menko Perekonomian RI ini menyebut beberapa perizinan yang dimaksud, seperti perizinan terkait barang kena larangan terbatas (lartas), izin untuk impor produk recycle, produk-produk kehutanan dan lain sebagainya.

"Kita minta itu dilimpahkan kewenangannya. Nanti dari Kemendag akan melihat lagi, mana perizinannya yang bisa diserahkan ke BP Batam," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita secara lisan telah merespon harapan kalangan pengusaha di Batam ini.

Ia akan mendelegasikan pengurusan izin lartas di kementeriannya lewat BP Batam.

Dengan demikian, bagi investor yang ingin mengurus izin lartas, tak lagi mesti datang ke Jakarta.

Tetapi cukup mengurusnya di Batam. Itu sesuai dengan komitmen pemerintah untuk penyederhanaan perizinan.(wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help