Di Kota Ini, Kalajengking Bukan Diambil Racunnya tapi Dibakar dan Dimakan. Cara Tangkapnya Mudah

Di musim kemarau, kalajengking banyak bersarang di lubang-lubang tanah di bawah rumpun bambu.

Di Kota Ini, Kalajengking Bukan Diambil Racunnya tapi Dibakar dan Dimakan. Cara Tangkapnya Mudah
floradanfauna
Kalajengking 

TRIBUNBATAM.id- Di kawasan pedesaan Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY), ketika musim kemarau tiba akan ditandai dengan pohon-pohon jati yang meranggas daunnya dan juga rumpun bambu yang tampak mengering.

Daun-daun bambu kering yang jatuh menumpuk dan di DIY disebut ‘uwuh’ itu biasanya dikumpulkan dan kemudian dibakar  saat sore hari.

Kegiatan membakar daun bambu yang kemudian dikenal dengan nama ‘ngobong uwuh’ itu akan tambah meriah jika disertai acara membakar singkong.

Tapi jika tak ada singkong, hewan beruas dan beracun yang di DIY disebut kolojengking /ketonggeng (kalajengking) pun bisa dibakar dan disantap karena rasanya lezat dan gurih.

Di musim kemarau, kolojengking banyak bersarang di lubang-lubang tanah di bawah rumpun bambu.

Untuk menangkapnya pun sebenarnya cukup mudah.

Baca: Pantas Harganya Selangit, Racun Kalajengking Obat Kanker Syaraf. Begini Cara Pengambilan Racunnya

Baca: INI Loh Transkrip Ucapan Presiden Jokowi Soal Racun Kalajengking yang Sedang Viral

Baca: Soal Racun Kalajengking ala Presiden Jokowi, Direktur LP3ES Sebut Banyak yang Gagal Paham

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved