Berita Anambas

DPRD Anambas Sambut Baik Pembentukan Tim Pengawas Barang dan Jasa Oleh Pemprov Kepri

Wakil Ketua Komisi II ‎DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasril Jamal menyambut baik langkah Gubernur Kepri membentuk tim pengawas

DPRD Anambas Sambut Baik Pembentukan Tim Pengawas Barang dan Jasa Oleh Pemprov Kepri
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Kamis (28/3/2018) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Wakil Ketua Komisi II ‎DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasril Jamal menyambut baik langkah Gubernur Kepri membentuk tim pengawas dan penyidikan terhadap barang beredar dan jasa se- Provinsi Kepri.

Menurut Jasril, hal ini dianggap sebagai tindaklanjut atas koordinasi dan penyampaian dari kabupaten ke OPD terkait di provinsi, terkait  kewenangan pengawasan barang beredar di sejumlah toko.

"Ya kita tentu menyambut baik. Artinya, Pemprov Kepri hari ini merespon apa yang menjadi keluhan di kabupaten‎," ujarnya Minggu (6/5/2018).

Baca: BREAKINGNEWS. Seorang Wanita WNA Ditemukan Terjatuh dari Lantai 3 Hotel Goodway Nagoya

Baca: EL CLASICO! Barcelona vs Real Madrid di SCTV Kick Off Pukul 01.45 WIB. Zidane: Tak Ada Penghormatan!

Baca: Chelsea vs Liverpool Malam Ini di RCTI Pukul 22.30 WIB. Demi Tiket Liga Champions!

Ia mengatakan, pembentukan petugas pengawasan dan penyidikan barang beredar dan jasa di Kepri dipertegas dengan Keputusan Gubernur Kepri nomor 962/KPTS 17/1/2018 yang diterimanya sekitar satu pekan yang lalu.

Dalam surat Keputusan Gubernur itu menyebutkan kalau Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Anambas masuk ke dalam petugas pengawas sebanyak dua orang atas nama Muhammad Yunus Kasi Pengelola Distribusi dan Pemasaran, serta Anda Daya yang merupakan staff pada OPD di kabupaten itu.

Pembentukan petugas pengawas terhadap barang beredar ini pun, menurutnya merupakan komitmen Pemerintah Provinsi dalam pertemuan sebelumnya dengan Disperindag Provinsi pada akhir Januari 2018.

"Berkenaan dengan proses pengawasan produk terhadap barang beredar itu, ranahnya ada di provinsi. Hal ini yang kami sampaikan, termasuk temuan kami di  sejumlah toko terkait produk yang melewati batas edar, namun masih dijual," katanya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help