Menyongsong Kebangkitan Pariwisata Batam dan Kepri di Era Leisure Ekonomi

Diskusi Panel & Seminar Leisure Economy 2018 bertajuk Menangkap Peluang Kebangkitan Pariwisata Kepri dan Batam diinisiasi IMA Chapter Batam

Menyongsong Kebangkitan Pariwisata Batam dan Kepri di Era Leisure Ekonomi
ISTIMEWA
Diskusi Panel dan Seminar Leisure Economy 2018 bertajuk Menangkap Peluang Kebangkitan Pariwisata Kepri dan Batam diinisiasi oleh Indonesia Marketing Association (IMA) chapter Batam, di Batam, Sabtu (5/5/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Diskusi Panel dan Seminar Leisure Economy 2018 bertajuk Menangkap Peluang Kebangkitan Pariwisata Kepri dan Batam diinisiasi Indonesia Marketing Association (IMA) chapter Batam, Sabtu (5/5/2018). 

Acara ini diikuti peserta dari stakeholder, shareholder, pelaku bisnis pariwisata,  UMKM, komunitas, akademisi dan media.

Diskusi Panel dan Seminar ini juga menghadirkan keynote speakers yang mumpuni dari berbagai bidang seperti Guntur Sakti (Kabiro Komunikasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia), Buralimar (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau), M Toufan (Kepala Sub Divisi Humas BP Batam), Gunawan (Bank Indonesia), dan Yuswohady, pakar Ekonomi Marketing, Middle Class Institute).

Baca: Dekat Puasa, Bupati Minta Camat dan Lurah se-Bintan Lakukan Ini di Tempat Tinggalnya!

Baca: Keren Bingit! Modifikasi MINI Cooper S Banyak Pakai Aksen Emas, Hasilnya Mewah!

Acara ini dibuka Presiden IMA Chapter Batam,Enriqo Moreno Ginting.

Enriqo dalam sambutannya menyampaikan latar belakang forum ini mengacu pada kondisi perekonomian Batam yang berbasis pada industri manufaktur, namun dalam beberapa tahun terakhir menurun di perekonomian global itu sendiri.

Seminar Leisure Economy 2018 menjadi pengantar yang disampaikan kepada peserta yang hadir.

Seminar ini disampaikan Yuswohady seorang pakar ekonomi marketing yang telah menulis berbagai buku best seller seperti The 2nd Challenge, Global Chaser, Consumer 3.000: Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia.

The down of goods
The Rise of Leisure (Sumber Foto: BPS 2017)

"Leisure economy disebabkan persentase middle-class consumers yang mencapai 60% dari total penduduk Indonesia. Middle-class consumers ini memiliki ciri-ciri bergesernya pola konsumsi dari goods-based consumption atau barang tahan lama seperti pakaian, peralatan rumah tangga, mobil, barang elektronik, dan barang tahan lama lainnya ke experience-based consumption, seperti liburan antarkota, makan di restoran atau kafe unik dan mewah, nonton di bioskop, karaoke, fitness atau gym, dan lain-lain. Fenomena leisure economy  masyarakat Indonesia  yang tidak lagi berselera membeli barang (material goods) namun lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk pengalaman (experience)," kata Yuswohady.

Halaman
123
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved