Foto Tumpukan Kayu Ini Viral. Isu Kasus Illegal Logging Kembali Menghangat di Jemaja, Anambas

"Jangan nanti ketika bencana datang, kita saling memfitnah yang tak ada ujung pangkalnya. Sementara, kita tahu penyebabnya," katanya

Foto Tumpukan Kayu Ini Viral. Isu Kasus Illegal Logging Kembali Menghangat di Jemaja, Anambas
ISTIMEWA
Foto potongan kayu yang viral di Anambas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Dugaan kasus illegal logging kembali menyeruak di Pulau Jemaja.

Itu setelah beredar foto tumpukan kayu di media sosial yang belakangan viral.

Ketua LSM Tatanan Wisata Anambas, Indra Syahputra, mengaku mendapat foto dari Sekretaris Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur secara pribadi.

Baca: Ini Cara untuk Dapatkan Layanan Sambung Baru dari ATB

Baca: NGERI! Rokok Vape Meledak, Membakar Rumah dan Menewaskan Pemiliknya. Begini Kronologinya

Baca: HEBOH! Selesai Ujian Nasional SD, Gadis 12 Tahun Ini Dinikahkan Orangtuanya. Prianya Usia 21 Tahun

Ia menilai harus ada regulasi yang jelas, dan jangan ada kesan tebang pilih terhadap itu.

"Kalau dari penuturan Beliau foto itu diambil tanggal 3 Mei ‎2018. Memang sudah jadi perbincangan di media sosial. Maksudnya bukan melarang. Tapi aturannya tolong diperjelas, jangan nanti ada muncul kesan tebang pilih," ujarnya Selasa (8/5/2018).

Pria kelahiran ‎Jemaja ini minta harus ada regulasi yang jelas, meskipun untuk kebutuhan masyarakat.

Pola yang tepat untuk menjaga keberlangsungan hutan, diakuinya perlu dilakukan agar hutan khususnya di Pulau Jemaja tak terus habis dan menghilang.

"Jangan kayu main tebang sembarangan. Mungkin juga harus dipikirkan cara untuk menanam kembali misalnya. Kalau tidak, lama-lama habis kayu itu. Kalau memang komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, jangan ada tebang pilih dalam menegakan aturan," katanya.

‎Indra menduga, masih terdapat unsur pembiaran sehingga praktek ini masih terjadi setiap tahunnya.

Pola pengelolaan hutan yang tepat, menurutnya penting agar kelestarian hutan lindung tetap terjaga di Anambas, khususnya di Pulau Jemaja.

"Silahkan kelola hutan secara baik dengan aturan main yang jelas. Kita tentinya tidak ingin akhirnya hutan lindung tidak ada lagi karena kayunya katanya dibabat habis. Jangan nanti ketika bencana datang, kita malah saling memfitnah yang tidak ada ujung pangkalnya. Sementara, kita mengetahui penyebab sebenarnya," katanya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help