SURVEI: 57 Persen Orang Muda di Arab Anggap AS sebagai Musuh. Penyebab Utamanya Sang Presiden

Sebuah lembaga survei yang berbasis di Uni Emirat Arab menyajikan data soal pandangan politik generasi muda Arab.

SURVEI: 57 Persen Orang Muda di Arab Anggap AS sebagai Musuh. Penyebab Utamanya Sang Presiden
AFP/Mandel Ngan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). 

TRIBUNBATAM.id, DUBAI - Sebuah lembaga survei yang berbasis di Uni Emirat Arab menyajikan data soal pandangan politik generasi muda Arab.

Dilansir Arab News Selasa (8/5/2018), sebanyak 57 persen generasi muda Arab itu menganggap Amerika Serikat ( AS) sebagai musuh, alih-alih sekutu.

Survei itu dibuat oleh ASDA'A Burson-Marsteller Arab Youth Survey Middle East, lembaga opini publik terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara.

ASDA'A mengumpulkan sampel dari 3.500 generasi muda yang berusia antara 18-24 tahun di 16 negara Arab pada awal 2018 ini.

Selain memandang AS sebagai musuh, ASDA'A juga menyajikan data 20 persen pemuda di kawasan Arab menjadikan Rusia di daftar teratas sekutu non-Arab yang diinginkan.

Adapun AS untuk pertama kalinya, dalam jajak pendapat ASDA'A, terlempar dari lima besar negara sekutu favorit dengan berada di rangking ke-11.

Antipati terhadap AS begitu kentara di Levant, kawasan Mediterania Timur yang terdiri dari Siprus, hingga Suriah, di mana 31 persen memfavoritkan Rusia berbanding 15 persen untuk AS.

Fakta itu berbanding terbalik di survei 2016.

Saat itu, 25 persen generasi muda Arab masih menginginkan AS sebagai sekutu dibanding Rusia yang hanya menerima sembilan persen.

Keberadaan Donald Trump sebagai Presiden AS menjadi penyebab mengapa generasi muda di Arab menganggap Washington sebagai musuh.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved