5 Anak Pelaku Pencurian di Sagulung Sudah Tak Sekolah. Kanit Reskrim: Sering Curi Tabung Gas 3 Kg

"Anak-anak sudah tidak takut lagi dengan orangtuanya, bahkan orangtuanya sudah tidak dihargai lagi,"kata Walter

5 Anak Pelaku Pencurian di Sagulung Sudah Tak Sekolah. Kanit Reskrim: Sering Curi Tabung Gas 3 Kg
tribun batam
Lima pelajar yang nekat bobol sekolah di Sagulung, diamankan Polsek Sagulung, Selasa (8/5/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lima pelaku pencurian gudang SMK Al-Mugni di Seilekop Sagulung, membawa kabur dua unit mesin printer merk Cannon, satu unit Laptop, satu unit mesin kompresor, dua unit speaker aktif wireless dan satu tabung gas melon.

Setelah diinterogasi polisi di Polsek Sagulung, ternyata mereka sudah sering beraksi di Sagulung.

Penyidik Polsek Sagulung, yang menangani kasus tersebut, mengatakan, kelima pelaku pebobolan gudang SMK Al- Mugni adalah spesialis pecurian dan sudah sering beraksi.

Baca: Sule Digugat Cerai Istri? Ini Isi Surat Gugatan Cerainya yang Beredar di Media Sosial

Baca: Diancam Pecat, Perawat Honorer Ini Mengamuk dan Memaki Direktur Rumah Sakit. Videonya Viral

Kelima pelaku itu awalnya mengaku kepada penyidik masih sekolah, namun saat dilakukan pengembangan kelima pelaku yakni Cn, 18, Fn,18, Tb, 14, Js, 16 dan Kahar, 19, sudah tidak sekolah lagi.

"Mereka ini komplotan anak-anak putus sekolah yang kerjanya mencuri," kata penyidik yang namanya tidak mau dikorankan.

Dia mengatakan, kelima pelaku diketahui selama ini sering melakukan pencurian tabung gas melon milik pedagang di pinggir jalan atau di komplek.

"Kelima pelaku merupakan spesialis pencuri tabung gas tiga kilogram milik pedagang,"katanya.

Kanit reskrim Polsek Sagulung Ipda Walter Nainggolan, membenarkan hala tersebut.

"Memang anak-anak sudah tidak takut lagi dengan orangtuanya, bahkan orangtuanya sudah tidak dihargai lagi,"kata Walter.

Dia mengaku sangat miris melihat aksi yang dilakukan anak anak tersebut.

"Seharunya pelaku ini masih sekolah, tetapi putus sekolah karena bandel,"kata Walter.(ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help