Anak-Anak di Batam Ternyata Paling Banyak Alami Kasus Pelecehan Seksual

KPPAD Kepri mencatat, angka anak-anak di Batam yang menjadi korban kejahatan, termasuk seksual, ternyata paling tinggi se-Kepri.

Anak-Anak di Batam Ternyata Paling Banyak Alami Kasus Pelecehan Seksual
tribunnews.com
ilustrasi pelecehan seksual 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Dari awal Januari sampai Maret 2018, Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri mencatat, angka anak-anak di Batam yang menjadi korban kejahatan ternyata paling tinggi se-Kepri.

Komisioner KPPAD, Erry Syahrial mengatakan, Jumlah anak di Batam yang menjadi korban kejahatan sebanyak 16 orang, satu laki-laki dan sisanya perempuan.

"Paling banyak anak korban kejahatan seksual, yakni ada enam kasus. Korbannya semua anak perempuan,"kata Erry, Rabu (9/5/2018).

Selanjutnya, anak korban penculikan, penjualan, dan atau perdagangan ada dua kasus dengan dua korban.

"Anak korban kekerasan fisik ada dua anak. Dan penelantaran anak ada empat orang, satu diantaranya adalah laki-laki," tambahnya.

Sedangkan kasus anak berhadapan hukum (ABH) terdapat sebanyak lima orang.

Dari kelima anak tersebut, terlibat dua kasus pencabulan, satu kasus pencurian, dan satu kasus kekerasan.

"Untuk dua kasus pencabulan, ada tiga orang anak, pencurian satu anak, dan kekerasan satu anak juga. Semuanya adalah berjenis kelamin laki-laki,"katanya

Setelah Batam, posisi kedua ditempati Kota Tanjungpinang dengan jumlah kasus ABH sebanyak lima kasus.

"Pelakunya untuk laki-laki berjumlah 8 orang dan perempuan ada 2 orang. Kasusnya diantaranya, pencurian dan kekerasan," sebut Erry.

Dengan tingginya kasus kejahatan yang menimpah anak-anak di Kepri, ia menghimbau kepada orang tua agar lebih cermat melihat aktivitas anak.

"Kepada tetangga dan lingkungan tempat tinggal juga ikut serta mengawasi jika melihat adanya tindakan yang melawan hukum dengan korban anak-anak. Kita harus mengawasi bersama-sama," pintanya. (dra)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved