Mellennial

Mengintip Trend Busana Muslim 2018. Simpel & Elegan

Dunia fashion muslim butuh regenerasi. Jadi kalangan muda yang memiliki potensi bisa ikut terlibat di dalamnya.

Mengintip Trend Busana Muslim 2018. Simpel & Elegan
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

SEJUMLAH desainer kenamaan di Indonesia pernah bermimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia.

Namun, untuk mewujudkan impian tersebut tentu saja butuh kerja keras dan kerja sama banyak pihak, tidak hanya dari fashion designer tetapi juga seluruh lapisan masyarakat yang melek fashion muslim.

Seperti yang dilakukan Eka Safira, seorang pegiat fashion khususnya hijab merasa bahwa saat muda inilah, ia mencoba untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam hal fashion.

"Kalau sekarang sedang mengembangkan fashion muslimnya dalam fashion hijab. Terutama hijab instant, karena permintaan pasar yang banyak mengenai hijab instant membuat saya tergerak untuk membuat dan memasarkannya," ujarnya.

Tak hanya Eka Safira, Luhung Esa Pertiwi, fashion designer saat ditemui di acara Batam fashion parade mengatakan, dengan sering digelarnya acara parade fashion muslim, diharapkan akan banyak yang tertarik dengan fashion muslim.

"Jadi fashion muslim tidak hanya untuk daily tetapi baju wedding untuk fashion muslim perlu digerakkan. Dengan tema timeless one, baju wedding juga bisa dibuat simple tetapi elegan," ujarnya.

Adi Herman, pemilik brand Al Rafi' juga mengungkapkan bahwa fashion muslim perlu digerakkan oleh para desainer lokal. Apalagi jika melihat pasar fashion yang saat ini tengah berkembang.

"Desainer daerah tentu ingin berkembang hingga nasional. Maka dari itu, butuh bantuan atau kerja sama dengan desainer luar agar bisa memajukan desain yang ada di Batam," katanya di Batam Fashion Parade 21 designer nasional dan daerah, Selasa (8/5).

Irna Mutiara, owner dan designer Irna La Perle dari Jakarta ini melihat bahwa SDM di Batam masih kurang, padahal Batam merupakan tempat strategis dalam mengembangkan fashion muslim.

"Dunia fashion butuh regenerasi. Jadi kalangan muda yang memiliki potensi bisa ikut dalam memajukan fashion muslim. Tak harus menjadi desainer karena sebenarnya proses mengembangkan fashion itu banyak. Jadi banyak hal yang bisa dilakukan," kata Irna.

Irna sangat menyarankan agar Mellennials aktif dalam segala kegiatan parade fashion muslim. Karena dengan melihat dan memperhatikan acara parade, maka secara tidak langsung akan tergerak pikiran dan perasaannya untuk mengembangkan fashion muslim di tanah air.

"Terus belajar, bergaul sama yang sesuai passion. Dan jika tidak bisa sendiri, perlu tim dan saling bekerja sama,” ungkapnya.

Untuk memajukan fashion muslim di dunia, tentu banyak caranya. Di antaranya dengan melakukan parade, saling berbagi ilmu kepada sesama pegiat fashion muslim. Selain itu, saling bekerja sama antara fashion designer lokal dan nasional. (*)

Tips
Mengembangkan Fashion Muslim
1. Belajar dari kelompok desainer yang ada
2. Sebaiknya kamu berhijab juga agar bisa merasakan dan mengetahui kebutuhan dari fashion muslim
3. Tidak hanya membuat dan menggambar. Tetapi perlu ditawarkan ke pasar agar tahu respon orang lain dari karya yang dibuat. (*)

Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help