Warga Sagulung Ini Tak Sadar Transfer Uang Rp 15 Juta Kepada Penipu. Begini Modus Pelaku

Uang tabungannya sebanyak Rp 15 juta ludes dari rekeningnya setelah ditransfer kepada penipu yang mengiming-iminginya hadiah

Warga Sagulung Ini Tak Sadar Transfer Uang Rp 15 Juta Kepada Penipu. Begini Modus Pelaku
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Nurmaida korban penipuan di Polsek Batuaji, Rabu (9/5/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Apes, dikira dapat untung banyak malah buntung, inilah yang dialami Nurmaida (21) warga Sagulung Baru, Kecamatan Sagulung.

Uang tabungannya sebanyak Rp 15 juta ludes dari rekeningnya setelah ditransfer kepada penipu yang mengiming-iminginya hadiah, namun harus menyerahkan sejumlah uang, Selasa (8/5/2018) sekitar pukul 15.00WIB.

Merasa tertipu, Nurmaida melapor ke Polsek Batuaji, dan menjelaskan kronologis kejadian.

Baca: MENYEDIHKAN! Bukannya Berisi Rumput, Perut-Perut Sapi di India Penuh Puluhan Kilo Sampah Plastik

Baca: NGERINYA Lava Gunung Merapi Mengalir ke Pemukiman Hanguskan Mobil dan Rumah. Ini Videonya

Baca: Punya Aplikasi Khusus Pariwisata, Disparbud Gencarkan Promosi Anambas Pakai Medsos dan IT

Nurmaida mengatakan, awalnya dirinya dihubungi melalui telepon dan ia diberitahu akan mendapat hadiah.

Namun, untuk mengambil hadiah tersebut dirinya harus memasukan kode melalui rekeningnya melalui mesin ATM.

"Saya dihubungi seseorang yang mengaku bernama Baskoro, ngakunya pegawai GoPay. Katanya, Saya dapat hadiah Rp 100 juta, saya harus memasukkan kode melalui mesin ATM milik saya, dia tidak meminta uang,"katanya.

Dia menjelaskan, dirinya kemudian dipandu Baskoro untuk memasukkan kode yang diberikan melalui mesin ATM.

"Saya tidak curiga, karena hadiah yang akan diberikan tidak minta uang admistrasi atau uang imbalan, hanya memasukkan kode yang dia berikan melalui mesin ATM,"kata Nurmaida.

Baca: Lomba Mendongeng Tingkat Sekolah Dasar se-Tanjungpinang, Pelajar SD di Bukit Bestari Borong Juara

Baca: BIKIN HARU, Ungkapan Kerinduan Suami Deli Cinta di FB setelah 5 Bulan Kematian Tragis sang Istri

Nurmaida, pun melakukan transaksi melalui ATM BCA miliknya di Pasar Fanindo.

"Saat saya di mesin ATM, Baskoro (Yang menghubunginya_red) memandunya dimana saya disuruh memilih transaksi elektronik, selanjutnya dia memberikan beberapa angka untuk di pencet, setelah saya pencet, dia meminta di Ok-kan,"kata Nurmaida.

Sampai transaksi berhasil dilakukan Nurmaida mengatakan dirinya tidak sadar.

"Saya baru sadar setelah yang menghubungi saya mengatakan terimakasih uangnya sudah ditransfer, saya jadi bingung. Setelah itu yang menghubungi saya langsung mematikan teleponnya,"kata Nurmaida.

Nurmaida mengatakan dirinya langsung melakukan pengecekan saldo di rekeningnya, dan saldonya sudah kosong.

"Baru saya sadar uang saya sudah dikuras,"kata Nurmaida.(ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help