Pekerja & PT Cladtek Berunding tapi tak Hasilkan Apapun, Kadisnaker Batam: PT tak Hargai Pemerintah

Perundingan antara pekerja PT Cladtek dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Disnaker Kota Batam belum mencapai kata sepakat.

Pekerja & PT Cladtek Berunding tapi tak Hasilkan Apapun, Kadisnaker  Batam: PT tak Hargai Pemerintah
TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI
Pekerja PT Cladtek di DPRD Batam, Selasa (3/4/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Perundingan antara pekerja PT Cladtek dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam belum mencapai kata sepakat.

Hal ini disampaikan Kepala Disnaker, Rudi Syakyakirti.

"Belum ada hasil. Mereka berunding kita fasilitasi. Tapi permohonan dari perusahaan ada hal yang ditambahkan," kata Rudi, Rabu (9/5/2018) sore.

"Perundingan terjadi tapi tak ada hasil," tegasnya.

Malah poin-poin yang telah disepakati pada perundingan sebelumnya, berubah, terutama terkait pembayaran pesangon terhadap sejumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Perusahaan kemarin sudah menyanggupi bayar. Tapi dimediasi berubah lagi angkanya. Inikan berbelok-belok namanya," ujar Rudi.

Dari Disnaker sudah mencoba meminta ketegasan dari pihak manajemen perusahaan.

"Kita sudah sampaikan kalau seperti ini manajemen, berarti tak menghargai kita dari pemerintah," katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga masih meminta kepada manajemen untuk menyelesaikan secara bertahap persoalan yang terjadi di perusahaan yang berlokasi di Batuampar itu.

Baca: Ratusan Pekerja CladTek Gelar Aksi Mogok di Depan Perusahaan. Ini yang Mereka Tuntut

Baca: Ratusan Pekerja PT Cladtek Datangi DPRD Batam. Adukan Nasib kepada Anggota Dewan

"Dari beberapa persoalan itu. Coba diselesaikan satu atau dua dulu. Baru selesaikan masalah berikutnya kalau itu memerlukan waktu," ujar Rudi.

Menyinggung soal PHK, dikatakan PHK merupakan jalan terakhir yang diambil perusahaan sesuai mekanismenya.

Namun berkaitan dengan PHK pekerja di PT Cladtek, Rudi menegaskan itu tidak ada sangkut pautnya dengan sepinya pesanan di perusahaan tersebut.

"Perusahaan lagi banyak order. Mungkin perusahaan menilai orang ini bekerja sudah tak sesuai perintah perusahaan lagi," katanya.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved