Bos Sat Nusa: 24 Pengusaha Cina Serius Buka Pabrik di Batam, Ini Industri Utama yang Mereka Minati

Sebanyak 24 investor yang pernah dibawa bos perusahaan ponsel Xiaomi ke Batam baru-baru ini, menyatakan diri serius menanamkan modal mereka.

Bos Sat Nusa: 24 Pengusaha Cina Serius Buka Pabrik di Batam, Ini Industri Utama yang Mereka Minati
tribunnews batam/istimewa
Abidin Hasibuan (kiri), pemilik Satnusa. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Sebanyak 24 investor yang pernah dibawa bos perusahaan ponsel Xiaomi  ke Batam baru-baru ini, menyatakan diri serius menanamkan modal mereka.

Hal ini disampaikan Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan selaku mitra kerja Xiaomi di Batam.

"Mereka ke-24 pengusaha dari Cina itu serius," kata Abidin, Sabtu (12/5/2018).

Malah, lanjutnya, ada satu perusahaan yang sudah memberikan uang muka.

Itu sebagai tanda jadi kalau perusahaan tersebut serius ingin membuka pabriknya di Batam.

"Mereka sudah lihat beberapa kawasan industri di sini. Ada satu yang sudah konfirmasi. Kalau tak salah di kawasan Tunas (Batam Center). Mereka mau buat charger HP,"ujarnya.

Abidin melanjutkan, ke-24 investor yang dibawa bos Xiaomi itu, bergerak di bidang industri pendukung Xiaomi, seperti membuat speaker, kamera, dan aksesoris HP lainnya.

Baca: Menkominfo Rudiantara Tinjau Proses Pembuatan Ponsel di PT Satnusa Persada

Baca: Xiomi Centre Buka di Batam, Tawarkan Cashback hingga Rp 500 Ribu

 

"Itu yang kita suruh datang ke Batam. Lalu tempatnya dimana? Silahkan di kawasan industri yang ada di sini. Sat Nusa hanya fokus pada perakitan HP," tambah Abidin.

Dengan rencana transformasi Batam dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), ia berharap pemerintah bisa bijak terhadap kebijakan yang sudah dikeluarkan.

Baca: Pramugari Ini Dirampok & Alami Luka Sayat, Seragam dan Posenya Berdiri Justru Jadi Sorotan Netter

Baca: Ditegur Penguji, Chai Lucuti Busananya Saat Ujian Thesis. Inilah yang Dikenakannya Selama Presentasi

Khususnya menyangkut kepastian hukum dalam berusaha di Batam.

"Investor itu menuntut kepastian hukum. Sudahlah, jangan berantem lagi FTZ ke KEK, ini bisa menganggu investor mau masuk ke Batam," ujarnya. (*)

Baca berita terkait di Harian Tribun Batam edisi Minggu (12/5/2018)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved