Ini Alasan Siti Nurhaliza Sanjung Mahathir Mohamad Usai Terpilih Jadi PM di Usia 92 Tahun

Penyanyi Malaysia, Siti Nurhaliza menjelaskan kenapa ia menyanjung Mahathir Mohamad setelah ia terpilih kembali sebagai PM Malaysia

Ini Alasan Siti Nurhaliza Sanjung Mahathir Mohamad Usai Terpilih Jadi PM di Usia 92 Tahun
INSTAGRAM/SITI NURHALIZA
Siti Nurhaliza dan Mahathir Mohamad 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Penyanyi Malaysia, Siti Nurhaliza menjelaskan kenapa ia menyanjung Mahathir Mohamad setelah ia terpilih kembali sebagai PM Malaysia.

Siti Nurhaliza mengungkap alasannya menyampaikan dukungannya untuk Mahathir.

Siti Nurhaliza mengatakan terpilihnya Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri ketujuh Malaysia telah membuat sejarah bagi dunia dan itu dinilai sebagai sesuatu yang luar biasa.

Baca: Mahathir Mohamad Berikan Kebebasan Pers di Malaysia dan Tinjau UU Berita Palsu

Baca: Mahathir Rampingkan Kabinet Hanya 10 Menteri, Sebanyak 1,6 juta PNS Malaysia Galau!

Baca: MENGEJUTKAN! Dua Kali Dijebloskan Mahathir ke Penjara, Pria Ini Kini Jadi Menteri Keuangan

Menurut Siti, tidak pernah ada di negara manapun memilih mantan Perdana Menteri untuk kedua kalinya setelah pensiun.

Mahathir Mohamad sebelumnya adalah Perdana Menteri keempat pada tahun 1981-2003.

"Bagi saya ini adalah sejarah karena Tun (Mahathir Mohamad) adalah legenda politik negara yang ditunjuk menjadi Perdana Menteri kedua pada usia 93 tahun."

"Ini merupakan prestasi luar biasa, apa lagi Tun datang telah pensiun. Sejujurnya, apa yang saya katakan di Instagram adalah cerminan dari perasaan saya terhadap kepemimpinannya," katanya sebagaimana dikutip dari Harian Metro.

Saat ditanya apakah setelah ini dia akan secara terbuka menyatakan dukungan untuk Tun, Siti mengatakan itu bukan rahasia.

Bahkan, kata Siti, ia menghormati kepemimpinan Mahathir Mohamad, termasuk sejumlah pemimpin besar lainnya seperti almarhum Master Nik Aziz Nik Mat.

Terkait kekalahan Barisan Nasional dalam Pemilihan Umum ke-14 (GE13), Siti juga mengaku sedih.

"Sejujurnya, saya sedih dengan peralihan kekuasaan ini. Aku mencintai BN dan BN masih di dalam hati. Terlebih lagi, BN adalah pilihan leluhur saya.

"Saya berharap ini membuatnya menjadi pelajaran," katanya.(*)

Penulis: nandarson
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help