TEROR BOM DI SURABAYA

Kapolri: Pelaku Bom di 3 Gereja di Surabaya Baru Kembali dari Suriah. Pimpin JAD Surabaya

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan ada sejumlah kelompok yang diwaspadai Polisi terkait ISIS di Indonesia

Kapolri: Pelaku Bom di 3 Gereja di Surabaya Baru Kembali dari Suriah. Pimpin JAD Surabaya
TRIBUNJATIM.com
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) saat memberikan keterangan terkait teror bom di Surabaya 

TRIBUNBATAM.id, SURABAYA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan ada sejumlah kelompok yang diwaspadai Polisi terkait ISIS di Indonesia.

Pertama, yakni kelompok JAT-JAD yang memiliki sejumlah sel. Kedua, mereka yang baru kembali dari Suriah.

Mereka ini beberapa diantaranya tertangkap oleh otoritas di Turki dan Yordania sebelum kembali ke Indonesia.

Baca: Ledakan Bom di Rusun Wonocolo Sidoarjo Juga Libatkan Satu Keluarga. Tiga Tewas. 2 Kritis. 1 Selamat

Baca: Hanya Ada Sule Saat Anak Gadisnya Ulang Tahun. Kemana Ibunya, Lina? Kenapa Rizky Febian Nangis?

Baca: Tak Hanya Juara, Manchester City Juga Sukses Pecahkan Banyak Rekor. Guardiola: Ini Sangat Luar Biasa

"Mereka yang kembali dari Suriah ada 500 orang, termasuk di antaranya keluarga ini (pelaku)," kata Tito di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Tito dalam konferensi persnya di Surabaya menyebutkan, jumlah mereka yang sudah berangkat ke Suriah tercatat lebih dari 1.100 orang dengan 500 di antaranya masih di Suriah, 103 meninggal dunia di Suriah, dan sisanya dideportasi kembali ke Indonesia.

"Itu jadi tantangan kita karena mindset mereka ideologinya ISIS," katanya.

Di Jatim sendiri kata Tito, kelompok yang bergerak adalah JAD Surabaya termasuk satu keluarga yang diduga sebagai pelaku pengeboman di tiga gereja di Surabaya.

"Kami sudah lapor ke Presiden bahwa Polri, TNI, BIN selain yang ditangkap 2 hari yang lalu saya lapor ke TNI kita akan operasi bersama, penangkapan-penangkapan ke sel-sel JAD-JAT maupun mereka yang akan melakukan aksi," katanya.

Lebih lanjut, Kapolri menyayangkan lamanya revisi UU Anti Terorisme yang sudah terkatung-katung selama 1 tahun, sementara saat ini sudah jatuh banyak korban.

Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Akibat ledakan itu, 5 mobil dan 30 motor terbakar.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Akibat ledakan itu, 5 mobil dan 30 motor terbakar.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Dengan UU Antiterorisme yang baru, polisi lebih leluasa menangkap terduga teroris.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved