Bank Bukopin Tingkatkan Efisiensi, Biaya Operasional Turun 5 Persen. Ini Detailnya

Efisiensi yang telah dilakukan di antaranya melalui digitalisasi core banking system yang berdampak pada efisiensi proses bisnis produk.

Bank Bukopin Tingkatkan Efisiensi, Biaya Operasional Turun 5 Persen. Ini Detailnya
TRIBUNNEWS BATAM/YUSUF RIADI
Seorang Nasabah Bank Bukopin di dampingi Iqbal Faizal selaku Pemimpin bank Bukopin cabang Batam bertransaksi perdana di ATM ke 14 di SPBU Kabil, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (18/7/2014). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Selama empat bulan pertama 2018, Bank Bukopin berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, yaitu dari Rp 907 miliar menjadi Rp 859 miliar.

Efisiensi yang telah dilakukan di antaranya melalui digitalisasi core banking system yang berdampak pada efisiensi proses bisnis produk.

“Dengan penerapan digitalisasi core banking, telah terjadi migrasi transaksi dari outlet (kantor) ke electronic channel lainnya sebesar 30 persen,” ujar Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Adhi Brahmantya, dalam rilis yang diterima TRIBUNBATAM.id, Selasa (15/5/2018).

Selain itu, melalui peluncuran produk digital Wokee, Bank Bukopin juga melakukan simplifikasi proses bisnis dan operasional, diantaranya dengan efisiensi dalam pembukaan tabungan, transaksi tanpa buku dan kartu ATM (cardless),

Wokee merupakan produk perbankan tabungan digital Bank Bukopin.

Layanan tersebut menyediakan sejumlah fitur berbasis digital, mulai dari pembukaan rekening hingga transaksi perbankan secara online.

Baca: Kini Bayar Tagihan Air ATB Bisa di Bank Bukopin dan Alfamart

Baca: BIKIN NGAKAK! Begini Cara Bank Bukopin Kerjai Nasabahnya Sampai Gemetaran dan Tak Bisa Tidur

Langkah efisiensi juga dilakukan Perseroan melalui evaluasi atas sejumlah biaya rutin perusahaan.

“Melalui langkah tersebut, selama empat bulan pertama tahun ini Perseroan berhasil menekan biaya rutin. Kami menargetkan penurunan biaya rutin sebesar 10 persen hingga akhir tahun 2018,” jelasnya.

Selain melakukan efisiensi, Perseroan juga telah melakukan diversifikasi pendapatan secara bertahap melalui peningkatan fee based income.

Upaya untuk memacu pendapatan non bunga dilakukan melalui peluncuran produk Flexy Bill, peningkatan volume bank garansi, transaksi public service, wealth management, serta program peningkatan usage kartu kredit.

Serangkaian langkah tersebut berdampak pada peningkatan fee based income Perseroan sebesar 41 perden dari Rp 252 miliar per April 2017 menjadi Rp 354 miliar pada April 2018.

“Saat ini Bank Bukopin melayani lebih dari 12 juta pelanggan ritel setiap bulannya melalui 20.000 titik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk transaksi public service," katanya.

Khusus untuk Flexy Bill yang baru diluncurkan Maret lalu untuk melayani kebutuhan nasabah dari kalangan usaha produktif, Adhi mengungkapkan sejauh ini layanan tersebut telah mendapat respon positif dari nasabah.

Flexy Bill merupakan produk dana talangan.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help