Berita Batam

Mencaci Maki Agama Tertentu terkait Bom Surabaya, Warga Sagulung Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Mencaci maki agama tertentu melalui media sosial (Medsos), akhirnya Ra, warga Sagulung, Batam, ditangkap Tim Buser Macan Barelang.

Mencaci Maki Agama Tertentu terkait Bom Surabaya, Warga Sagulung Jadi Tersangka Ujaran Kebencian
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mencaci maki agama tertentu melalui media sosial (Medsos), akhirnya Ra, warga Sagulung, Batam, ditangkap Tim Buser Macan Barelang.

Ia ditetapkan sebagai tersangka pihak kepolisian karena melakukan ujaran kebentian dengan mencaci maki sebuah agama melalui media sosial.

Ra dijerat dengan Undang-undang  Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 11 tahun 2008.

Unggahan caci maki RA di akun Facebook pribadinya telah membuat heboh warganet.

Tersangka Ra yang ditemui TRIBUNBATAM.id, saat itu ia kesal dan tidak tahu harus melimpahkan kemana rasa kekecewaanya karena aksi teror bom di surabaya beberapa hari lalu.

Karena kesal, ia pun melampiaskanya ke laman FB miliknya.

Baca: Klarifikasi Kapolri: Dita, Pelaku Bom di Surabaya Tak Pernah Pergi ke Suriah

Baca: Selamat dari Ledakan Bom Orangtuanya, Tak Disangka, Ini yang Dilakukan Anton pada Dua Adiknya

Namun unggahan tersebut menuai banyak protes karena RA menyebut agama tertentu dan terkesan menyalahkan agama tersebut di balik teror yang terjadi di Surabaya.

"Saya tidak maksud menghina agama tertentu. Saya cuma kesal saja. Dan postingan saya terlanjur tersebar sebelum saya hapus. Tidak ada niat saya sama sekali mencaci maki,"ungkapnya menyesal, Selasa (15/5/2018).

Walaupun menyesal, ia harus mempertanggungjawabkan unggahan yang sudah terlanjur viral tersebut.

Saat ini, Ra sudah diamankan di Mapolresta Barelang.

Ia terlihat dicerca sejumlah pertanyaan oleh penyidik terkait ujaran kebencian tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan, mengatakan tersangka ditangkap Minggu (12/5/2018) malam dan kini masih diproses.

Dia ditangkap Minggu (12/5/2018) malam kemarin. Dia mengaku menyesal. Namun kita masih lakukan proses," sebut Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help