MAPOLDA RIAU DISERANG

Antarkan ke Peristirahatan Terakhir, Wakapolri Ungkap Hubungan Emosionalnya dengan Iptu Auzar

25 tahunpersaudaraan saya dengan almarhun Auzar, mulai dari sopir, urus anak-anak, dari kecil sampai dewasa, berumah tangga, dan sampai sekarang

Antarkan ke Peristirahatan Terakhir, Wakapolri Ungkap Hubungan Emosionalnya dengan Iptu Auzar
TribunPekanbaru.com
Wakapolri Komjen Syafruddin ikut mengantarkan jasad Iptu Anumerta Luar Biasa Auzar ke pemakaman. Auzar meninggal saat penyerangan Mapolda Riau, Rabu 

Akibat kejadian itu, seorang personil Polda Riau meninggal karena serangan pelaku teror di Mapolda Riau

Adalah Ipda Auzar yang gugur akibat serangan tak berperikemanusiaan ini.

Seorang kolega dari Ipda Auzar bernama Muharimin mengatakan, beliau merupakan seorang dengan sosial yang sangat tinggi.

"Beliau aktif berkegiatan di masjid dan aktifitas warga lainnya. Ipda Auzar juga sangat peduli dengan warga sekitar yang membutuhkan," ungkap Muharimin.

Diketahui pula, Ipda Auzar tinggal di lingkungan tersebut belum lama. Baru sekitar lima tahun belakangan.

Polisi (kedua dari kiri) jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018)
Polisi (kedua dari kiri) jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018) (TribunPekanbaru/DoddyVladimir)

Sebelumnya, Ipda Auzar lama tinggal di Asrama Polri di Jalan Sisingamangaraja Kota Pekanbaru.

Sosok Ipda Auzar dikenal oleh orang-orang terdekatnya sebagai sosok yang rajin beribadah.

Bahkan, beliau dikenal sebagai sosok yang kerap menggerakkan warga untuk shalat berjamaah di masjid.

"Paling khas dari beliau adalah, Pak Auzar selalu mengajak orang untuk shalat. Tak terkecuali keluarga, warga sekitar juga sering diajaknya bersama-sama ke masjid ketika waktu shalat tiba," jelasnya.

Sebelum gugur ditabrak mobil teroris, Auzar baru saja menunaikan Salat Dhuha di masjid Mapolda Riau

Kebaikan sosok Ipda Auzar juga disampaikan oleh tetangganya, Heru.

Lelaki berprofesi sebagai ASN di lingkungan Pemprov Riau ini mengatakan, Ipda Auzar merupakan sosok bersahabat di lingkungan Bambu Kuning.

"Beliau mau duduk ngopi di warung-warung dekat rumah bersama dengan anak-anak muda di sini," jelasnya.

Heru juga mengaku kaget dengan kabar duka Ipda Auzar.

"Baru beberapa hari lalu beliau duduk ngopi dengan mertua saya. Rasanya kaget juga dengan kabar beliau sudah meninggal," pungkasnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul "Wakapolri Ungkap Hubungan Emosional 25 Tahun dengan Almarhum Iptu Luar Biasa Anumerta Auzar"

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help