Balai Karantina Sidak ke Pasar di Bintan-Tanjungpinang, Buru Daging Pakai Formalin. Hasilnya?

Balai Karantina dan Dinas Pertanian Pemprov sidak ke pasar di Bintan dan Tanjungpinang mengecek ada tidaknya daging pakai formalin!

Balai Karantina Sidak ke Pasar di Bintan-Tanjungpinang, Buru Daging Pakai Formalin. Hasilnya?
tribunbatam/thom limahekin
Suasana sidak tim Balai Karantina Tanjungpinang dan Dinas Pertanian Kepri, Rabu (16/5/2018) di sejumlah pasar di Bintan-Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Peredaran daging yang layak dikonsumsi sedang dipantau Tim Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Pemprov Kepri.

Tim ini menggelar inspeksi mendadak (Sidak) pada beberapa lokasi penjualan daging segar di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, Rabu (16/5/2018) yang dimulai pukul 03.00 WIB.

Baca: Terungkap! Inilah 9 Sayuran Rumahan Penurun Kolesterol Jahat di Tubuh! Nomor 8 Mengejutkan!

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Ciri Mata Penanda Serangan Penyakit di Tubuh Anda! Nomor 6 Waspadai!

Baca: Jangan Sepelekan! Inilah 10 Ciri Kuku Penanda Penyakit Berbahaya di Tubuh Anda!

Kepala bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh Honismandri mengatakan operasi itu merupakan langkah awal untuk mencegah peredaran daging yang tak layak di konsumsi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Dalam Sidak tersebut tim tidak menemukan daging segar yang tercemar bahan pengawet berbahaya formalin. Karena itu, tim memastikan, daging sapi maupun ayam yang di pasar bebas dari bahan pengawet.

“Kami masih menemukan ayam yang dipotong tidak sesuai kaidah Islam, tahun lalu. Tahun ini para pedagang sudah cerdas semuanya,” ungkap Drh Ana Dela, anggota tim Karantina Hewan.

Ana Dela menuturkan, tim bekerja dengan cara mengumpulkan sampel daging baik ayam maupun sapi. Sampel daging tersebut kemudian diuji di laboratorium. Setelah itu, sampel yang diuji di laboratorium tadi akan disampaikan ke masing-masing pedagang.

“Tidak ada lagi daging yang sengaja dijual terendam air. Sekarang tidak ada lagi. Karena daging yang terendam saat dijual ke pedagang biasanya mengandung bahan berbahaya,” sebut Ana.

Suasana sidak tim Balai Karantina Tanjungpinang dan Dinas Pertanian Kepri, Rabu (16/5/2018) di sejumlah pasar di Bintan-Tanjungpinang
Suasana sidak tim Balai Karantina Tanjungpinang dan Dinas Pertanian Kepri, Rabu (16/5/2018) di sejumlah pasar di Bintan-Tanjungpinang (tribunbatam/thom limahekin)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Pemprov Kepri Ahmad Izhar menambahkan, sekitar puluhan pedagang baik pedagang yang menjual ayam maupun daging segar dan beku pun sudah dicek kesehatannya.

Pihaknya juga mengecek stabilitas harga di pasaran. Berdasarkan hasil pantauan, harga ayam saat ini masih sekitar Rp 36 ribu sampai Rp 38 ribu per kilogram.

Harga daging segar dan beku dipasarkan mulai Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu per kilogram. Daging sapi segar dijual dengan harga mulai dari Rp 145 sampai Rp 150 ribu per kilogram.

“Saya menghimbau agar para pedagang tidak seenaknya menaikkan harga, apalagi di atas harga rata-rata yang sudah ditetapkan pemerintah,” tegaa Izhar.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved