Gegara Merasa Dipojokkan, Kim Jong-un Ancam Batalkan Pertemuannya dengan Donald Trump

Korea Utara mengancam untuk menarik diri dari pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.

Gegara Merasa Dipojokkan, Kim Jong-un Ancam Batalkan Pertemuannya dengan Donald Trump
kompas.com
Donald Trump dan Kim Jong-un 

TRIBUNBATAM.id- Korea Utara mengancam untuk menarik diri dari pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.

Ancaman itu karena Amerika bersikeras secara sepihak mengharuskan Korut untuk menghentikan program senjata nuklir mereka.

Pertemuan yang sangat ditunggu-tunggu antara Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni mendatang.

Namun dalam pernyataan yang penuh kemarahan, wakil menteri luar negeri Korea Utara menuduh AS terus melontarkan pernyataan sembrono dan memiliki niat busuk.

Dia mengarahkan telunjuk pada Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.

"Kami tidak menyembunyikan perasaan muak kami terhadapnya," kata Kim Kye-gwan.

Kesepakatan tentang KTT Kim dan Trump merupakan sebuah terobosan besar sesudah berbulan-bulan retorika prang antara kedua belah pihak.

Rencana KTT itu didahului oleh peristiwa bersejarah lainnya, KTT dua pemimpin Korea, Kim Jong-un dan presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Panmunjom, 27 April lalu.

Dalam KTT itu Korea Utara mengatakan itu berkomitmen pada denuklirisasi semenanjung Korea.

Baca: Sebulan Lagi, Donald Trump dan Kim Jong-un Dijadwalkan Bertemu di Tempat Ini. Tak Jauh dari Batam

Baca: Ini 3 Alasan Utama Donald Trump Pilih Singapura Jadi Tempat Pertemuan dengan Kim Jong-un

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bersalaman di garis batas kedua negara di Desa Zona Demiliterisasi Panmunjom, Jumat (27/4/2018).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bersalaman di garis batas kedua negara di Desa Zona Demiliterisasi Panmunjom, Jumat (27/4/2018). (Reuters)

Menurut wartawan BBC Laura Bicker di Seoul, Korea Utara - yang sejak awal mengatakan bahwa persenjataan nuklir sangat penting bagi kelangsungan hidup negeri itu - sekarang sudah membrikan kejelasan.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help