Gegara Merasa Dipojokkan, Kim Jong-un Ancam Batalkan Pertemuannya dengan Donald Trump

Korea Utara mengancam untuk menarik diri dari pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.

Gegara Merasa Dipojokkan, Kim Jong-un Ancam Batalkan Pertemuannya dengan Donald Trump
kompas.com
Donald Trump dan Kim Jong-un 

Dia pernah mengatakan bahwa akan merupakan hal 'yang sepenuhnya absah" untuk melakukan serangan militer pendahuluan terhadap Korea Utara.

Kepada wartawan, akhir pekan lalu, Bolton mengatakan bahwa Korea Utara dapat mengikuti model perlucutan senjata nuklir Libya - yakni Libya menghentikan terlebih dahulu seluruh program persenjataannya dan baru kemudian mendapatkan bantuan ekonomi.

Menurut laporan wartawan kami para politikus Korea Utara jelas menonton wawancara itu, dan tidak menyukai apa yang mereka dengar.

Kim Kye-gwan mengatakan dalam pernyataannya bahwa hal itu "bukan merupakan ungkapan niat untuk menyelesaikan masalah melalui dialog".

"Hal itu pada dasarnya adalah perwujudan dari gerakan yang sangat menyeramkan untuk memaksakan (pola) Libya atau Irak kepada negara kami yang bermartabat. (Padahal Libya dan Irak) telah ambruk karena menyerahkan seluruh negara mereka kepada negara besar."

"Kami tidak menyembunyikan perasaan muak kami terhadap (Bolton)."

Kim juga memperingatkan Trump bahwa jika dia "mengikuti jejak pendahulunya" - menolak untuk berunding dengan Korea Utara kecuali menghentikan senjata nuklir- "dia akan dicatat sebagai presiden yang lebih tragis dan lebih gagal dibanding para pendahulunya, jauh dari ambisi awalnya untuk mencetak sukses yang belum pernah terjadi sebelumnya". (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved